MEDIAAKU.COM – Hubungan antara ASEAN dan Uni Eropa semakin dipandang penting dalam menghadapi dinamika dunia yang penuh ketidakpastian. Hal ini disampaikan oleh Arrmanatha C. Nasir dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN–Uni Eropa ke-25 yang berlangsung belum lama ini di Bandar Seri Begawan.
Melansir laman Kemenlu, Rabu (29/4/2026) Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kerja sama yang setara dan saling menguntungkan antara kedua kawasan. Dengan usia kemitraan yang akan mencapai 50 tahun pada 2027, ASEAN dan Uni Eropa berupaya memastikan bahwa hubungan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
Dalam pernyataannya, Arrmanatha menegaskan bahwa manfaat kerja sama harus dirasakan secara langsung, sekaligus mampu memberikan kepastian bagi pasar global. Ia juga mendorong percepatan terwujudnya perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement antara kedua pihak.
Selain itu, Uni Eropa diharapkan dapat mengambil peran yang konstruktif dalam menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi saat ini. Kolaborasi dengan ASEAN serta negara-negara Global South dinilai penting guna menjaga sistem internasional yang terbuka, adil, dan stabil.
Isu reformasi sistem multilateral turut menjadi sorotan. Dalam hal ini, kedua kawasan didorong untuk bekerja sama menciptakan tata kelola global yang lebih inklusif, efektif, serta responsif terhadap perkembangan dunia.
Di sela agenda utama, Arrmanatha juga mengadakan sejumlah pertemuan bilateral, termasuk dengan perwakilan dari Brunei Darussalam serta pejabat tinggi Uni Eropa, dan wakil menteri luar negeri dari beberapa negara Eropa seperti Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman.
Pertemuan ini dihadiri oleh para menteri dan wakil menteri luar negeri dari negara-negara anggota ASEAN dan Uni Eropa. Mereka menekankan pentingnya menjaga multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional. Sejumlah sektor kerja sama menjadi prioritas, antara lain energi, ketahanan pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, serta perdagangan.
Rangkaian pertemuan ditutup dengan pengesahan pernyataan bersama yang menegaskan komitmen kedua pihak untuk terus memperkuat kemitraan. Sejak dimulai pada 1977, hubungan ASEAN–Uni Eropa dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong terciptanya tatanan global yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan.(*/Stephany)

