Wednesday, April 15, 2026
HomePolitikIndonesia Inisiasi Pernyataan Bersama untuk Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Indonesia Inisiasi Pernyataan Bersama untuk Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

MEDIAAKU.COM – Pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik dengan menggagas pernyataan bersama guna meningkatkan perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Inisiatif ini muncul sebagai respons atas memburuknya situasi keamanan yang turut berdampak pada personel misi perdamaian internasional.

Melansir laman Kemlu, Rabu (15/4/2026), pernyataan yang bertajuk Joint Statement on the Safety and Security of Peacekeepers tersebut mendapat dukungan luas dari negara-negara kontributor pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) serta sejumlah negara lainnya. Diketahui ada sebanyak 73 negara dan pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyatakan dukungan mereka.

Dokumen tersebut disampaikan oleh Umar Hadi selaku Wakil Tetap RI untuk PBB dalam kegiatan media di Markas Besar PBB, New York. Penyampaian ini dilakukan bersama Prancis dan dihadiri berbagai perwakilan negara, termasuk Inggris, Rusia, China, Pakistan, Bahrain, Spanyol, dan Malaysia.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, untuk merespons tegas serangkaian insiden sejak akhir Maret 2026. Insiden tersebut mengakibatkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia serta melukai sejumlah pasukan dari beberapa negara lain.

Melalui jalur diplomasi, Kementerian Luar Negeri RI juga terus mendorong Dewan Keamanan PBB agar melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai serangan yang menimpa pasukan perdamaian. Selain itu, negara-negara kontributor turut menyerukan penghentian kekerasan, penurunan eskalasi konflik, serta kembalinya para pihak ke meja perundingan untuk mencari solusi damai.

Dalam pernyataan bersama tersebut, para negara peserta mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan sejak awal Maret 2026 yang berdampak langsung pada keselamatan personel UNIFIL. Mereka juga mengecam keras berbagai serangan dan tindakan agresif terhadap pasukan serta pimpinan misi perdamaian yang dinilai tidak dapat dibenarkan.

Menegaskan posisi tersebut, Umar Hadi menyampaikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar.

“Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memperkuat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah situasi yang semakin berbahaya,” tegasnya.

Melalui inisiatif ini, Indonesia berharap upaya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian dapat diperkuat sekaligus mendorong terciptanya stabilitas dan penyelesaian konflik secara damai di Lebanon.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular