Saturday, April 11, 2026
HomeIbu dan AnakMengapa Kita Tidak Mengingat Masa Bayi? Misteri Infantile Amnesia Terungkap

Mengapa Kita Tidak Mengingat Masa Bayi? Misteri Infantile Amnesia Terungkap

MEDIAAKU.COM – Memori atau daya ingat bayi sering kali dianggap belum berkembang karena mereka tidak mampu menceritakan kembali pengalaman masa awal hidupnya.

Namun, penelitian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa sejak lahir, bayi telah memiliki kapasitas memori yang terus bertumbuh secara bertahap. Tahap ini menjadi fondasi penting bagi pembentukan identitas, emosi, dan kemampuan belajar di masa depan.

Menurut Jean Piaget dalam bukunya “The Origins of Intelligence in Children”, bayi berada pada tahap sensori-motor (0–2 tahun). Pada fase ini, ingatan berkembang melalui pengalaman indrawi dan gerakan. Bayi mengingat pola suara ibunya, aroma, serta rutinitas harian.

Meski belum mampu berpikir simbolik, mereka dapat mengenali wajah yang familiar dan menunjukkan respons berbeda terhadap orang asing. Hal ini membuktikan adanya memori pengenalan (recognition memory) yang mulai terbentuk sejak dini.

Sementara itu, dalam buku “The Scientist in the Crib”, Alison Gopnik menjelaskan bahwa bayi bukan “lembaran kosong”, melainkan pembelajar aktif yang mampu membentuk ingatan melalui observasi dan eksperimen sederhana.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi usia beberapa bulan dapat mengingat tindakan tertentu selama beberapa hari bahkan minggu, terutama jika pengalaman tersebut diulang dan memiliki makna emosional.

Ahli perkembangan anak Patricia Bauer dalam karyanya “Remembering the Times of Our Lives” menambahkan bahwa memori episodik atau kemampuan mengingat peristiwa secara sadar,mulai berkembang di akhir masa bayi. Namun, sebagian besar ingatan awal tidak bertahan hingga dewasa, fenomena yang dikenal sebagai “infantile amnesia.”

Meski demikian, pengalaman emosional yang hangat dan konsisten tetap membentuk struktur otak dan pola keterikatan anak.Dari penjelasan para ahli tersebut, dapat dipahami bahwa setiap sentuhan, kata, dan interaksi dengan bayi memiliki makna mendalam.

Walaupun mereka tidak akan mengingatnya secara verbal saat dewasa, pengalaman itu tertanam dalam perkembangan emosional dan rasa aman mereka.

Memberikan kasih sayang, perhatian, dan lingkungan yang positif sejak dini mungkin tampak sederhana, tetapi hal ini akan membentuk fondasi karakter dan kepercayaan diri anak sampai dewasa.

Meski bayi mungkin tidak akan mengingat momen-momen kecil hari ini, pengalaman penuh kasih yang diberikan orang tua akan tetap berperan besar dalam membentuk siapa mereka kelak.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular