MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus mengoptimalkan pelaksanaan Car Free Day (CFD) sebagai sarana strategis untuk menumbuhkan kebiasaan berolahraga di tengah masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Melansir laman KemenkoPMK, Kamis (16/4/2026) Dalam pertemuan tersebut, CFD dipandang bukan sekadar kegiatan bebas kendaraan, melainkan wadah bersama untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif, khususnya dalam mendorong masyarakat lebih aktif secara fisik dan menerapkan pola hidup sehat. Warsito menyebut CFD sebagai ruang kolaboratif yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai inisiatif lintas sektor.
Upaya ini sejalan dengan target nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), terutama dalam meningkatkan jumlah masyarakat yang rutin berolahraga. Saat ini, tingkat aktivitas fisik masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan, mengingat sekitar 37,4 persen penduduk masih tergolong kurang aktif bergerak.
Lebih lanjut, Warsito menjelaskan bahwa fungsi CFD kini semakin berkembang. Jika awalnya berfokus pada isu lingkungan, saat ini CFD telah menjadi ruang publik multifungsi yang mampu mendorong interaksi sosial, memperkuat kebersamaan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).
Ia juga menegaskan bahwa Kemenko PMK berperan sebagai koordinator dalam menyelaraskan berbagai program antar kementerian dan lembaga, bukan sebagai pelaksana langsung CFD. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong pemerintah daerah untuk rutin menyelenggarakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor sebagai bagian dari perubahan budaya kerja dan gaya hidup masyarakat.
Dalam rapat tersebut, sejumlah poin penting turut dibahas, seperti penguatan aktivitas olahraga masyarakat, edukasi kesehatan, kampanye hidup sehat, serta keterlibatan komunitas dan UMKM secara lebih luas dan inklusif.
Sementara itu, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa pengembangan CFD akan diperkuat melalui branding Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR). Melalui program ini, CFD diharapkan menjadi ruang publik yang menghadirkan beragam kegiatan olahraga serta kampanye kesehatan yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pada tahap awal, pelaksanaan program ini akan difokuskan di Pulau Jawa, mencakup 119 kabupaten/kota di enam provinsi, dengan estimasi partisipasi antara 1.000 hingga 2.000 orang di setiap daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dan kerja sama berbagai pihak.
Perwakilan Kementerian Dalam Negeri juga menekankan pentingnya penguatan kebijakan di tingkat daerah. CFD diharapkan dapat dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah serta didukung oleh regulasi yang memperkuat perannya sebagai upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Seluruh pihak yang hadir dalam rapat menyatakan komitmen untuk mendukung penguatan CFD, baik dari sisi komunikasi publik, kesehatan, transportasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ke depan, pemerintah berencana menyusun kebijakan terpadu berupa edaran bersama lintas kementerian dan lembaga agar pelaksanaan CFD di berbagai daerah memiliki arah yang seragam dan saling terintegrasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat gerakan hidup sehat secara nasional.
Melalui sinergi yang semakin solid, CFD diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional yang tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat, aktif, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(*/Stephany)

