MEDIAAKU.COM – Mengompol sering dianggap hal yang wajar pada balita. Namun, ketika anak sudah lebih besar,misalnya pada usia sekolah dan masih mengompol saat tidur, banyak orang tua merasa khawatir bahkan terkadang memarahi anak.
Padahal, para ahli menekankan bahwa kondisi ini tidak selalu terjadi karena anak malas atau tidak disiplin.Menurut dokter anak asal Brasil, T. Berry Brazelton dalam bukunya “Touchpoints”, perkembangan kontrol kandung kemih pada setiap anak berbeda.
Sebagian anak memang membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar mampu menahan buang air kecil saat tidur malam. Hal ini berkaitan dengan kematangan sistem saraf, pola tidur, hingga faktor genetik.
Kebiasaan mengompol pada anak yang lebih besar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah tidur yang sangat lelap, stres emosional, perubahan lingkungan, atau kebiasaan minum terlalu banyak sebelum tidur.
Dalam beberapa kasus, kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab sehingga orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika kebiasaan ini berlangsung lama.Para ahli juga mengingatkan bahwa reaksi orang tua sangat memengaruhi kondisi psikologis anak.
Memarahi, mempermalukan, atau membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya justru dapat membuat anak merasa malu dan cemas. Perasaan tersebut malah bisa memperburuk masalah yang ada.
Sebaliknya, orang tua disarankan untuk membantu anak dengan cara yang lebih positif. Misalnya, mengingatkan anak untuk buang air kecil sebelum tidur, membatasi minuman menjelang malam, serta memberikan dukungan dan pengertian.
Jika perlu, orang tua dapat membuat jadwal membangunkan anak di malam hari untuk ke kamar mandi sampai kebiasaan mengompol berkurang.Yang terpenting adalah membangun rasa percaya diri anak.
Anak perlu merasa bahwa orang tuanya memahami dan mendukungnya, bukan menghakimi. Dengan pendekatan yang sabar dan penuh kasih, sebagian besar anak akhirnya akan mampu mengatasi kebiasaan tersebut seiring bertambahnya usia.
Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda.Dukungan yang baik dari keluarga sering kali menjadi kunci utama agar anak dapat berkembang dengan sehat, baik secara fisik maupun emosional.(*/janu)

