MEDIAAKU.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar forum internasional bertajuk Education Dialogue: Showcasing Indonesian Education Reform to Palestinian Ministry of Education di Jakarta belum lama ini.
Melansir laman Kemendikdasmen, Minggu (19/4/2026) kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemitraan global sekaligus memperkenalkan transformasi pendidikan yang sedang dijalankan Indonesia.
Dialog tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari delegasi Kementerian Pendidikan Palestina, perwakilan Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besar Australia di Indonesia, hingga jajaran pejabat Kemendikdasmen. Pertemuan ini dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa forum ini tidak bersifat satu arah. Ia menyebut dialog tersebut sebagai wadah kolaboratif untuk saling belajar antarnegara.
“Indonesia berbagi pengalaman reformasi pendidikan, namun kami juga belajar dari ketangguhan sistem pendidikan Palestina dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran di tengah situasi krisis,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kemendikdasmen memaparkan sejumlah kebijakan utama yang tengah dikembangkan, seperti pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas dan manajemen tenaga pendidik, serta berbagai strategi pemulihan pembelajaran. Transformasi pendidikan nasional juga menekankan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam serta penguatan nilai-nilai karakter.
Atip menambahkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik seperti literasi dan numerasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk identitas, menanamkan nilai, serta mempererat kohesi sosial. Menurutnya, pendidikan mampu menumbuhkan sikap toleransi dan menciptakan masyarakat yang saling menghargai.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membangun harapan dan ketahanan sosial, terutama bagi masyarakat yang menghadapi situasi sulit seperti Palestina.
“Kami meyakini bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun harapan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menyiapkan generasi masa depan. Dalam konteks Palestina, peran ini menjadi semakin krusial dalam menjaga keberlanjutan sosial dan budaya,” jelasnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh Tim Stapleton selaku Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar manusia sekaligus alat penting dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesetaraan, serta mendorong perdamaian dan stabilitas global.
Sementara itu, Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak dari Kementerian Luar Negeri menekankan dukungan Indonesia terhadap penguatan kerja sama trilateral antara Indonesia, Australia, dan Palestina. Ia menyebut keterlibatan Indonesia dalam dialog ini sebagai bagian dari komitmen diplomasi pembangunan dan kemanusiaan.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, delegasi Palestina dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta dan Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung penerapan kebijakan pendidikan di tingkat satuan pendidikan, sehingga pengalaman yang diperoleh dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pendidikan di negaranya.(*/Stephany)

