MEDIAAKU.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi Program Strategis Nasional Sekolah Rakyat untuk wilayah Bali secara daring dari Kantor Kementerian Sosial belum lama ini. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan pada 7 Juni lalu.
Melansir laman Kemensos, Rabu (10/6/2026) Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Kementerian Sosial, termasuk Sekretaris Jenderal Robben Rico dan Kepala Pusdiklatbangprof Afrizon Tanjung, serta diikuti perwakilan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Bali.
Dalam pertemuan itu, dibahas dua fokus utama pengembangan Sekolah Rakyat, yakni penyelenggaraan sekolah rintisan serta pembangunan gedung permanen. Saat ini, pembangunan salah satu gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem telah mencapai sekitar 80 persen.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Bali telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di Kabupaten Tabanan. SRMP 17 Tabanan diketahui telah berjalan lebih dari 10 bulan dan menunjukkan hasil yang positif dalam pembinaan peserta didik.
Menurutnya, kunjungan Presiden ke sekolah tersebut turut memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan siswa. Ia menilai para peserta didik kini menunjukkan perubahan yang signifikan, mulai dari peningkatan kedisiplinan, kondisi fisik yang lebih baik, hingga rasa percaya diri yang semakin kuat.
Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Untuk Bali sendiri, diperlukan sembilan titik pembangunan baru agar program tersebut dapat menjangkau seluruh wilayah kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Dalam mendukung target tersebut, pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan yang memenuhi persyaratan. Selain itu, aset pemerintah yang tidak lagi digunakan atau bangunan yang terbengkalai juga dapat dimanfaatkan sementara sebagai lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan.
Gus Ipul juga menjelaskan mekanisme penerimaan siswa berdasarkan lokasi sekolah. Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan milik pemerintah provinsi dapat menampung siswa dari seluruh Bali. Sementara itu, sekolah yang berdiri di lahan pemerintah kabupaten atau kota akan memprioritaskan peserta didik dari wilayah setempat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah menyediakan lahan pertama sehingga pembangunan gedung permanen dapat segera direalisasikan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
Selain itu, Gus Ipul meminta Pemerintah Provinsi Bali mengambil peran lebih aktif dalam mengoordinasikan percepatan usulan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk bekerja sama mewujudkan arahan Presiden, termasuk membuka peluang penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan pada tahun ini.
Pemerintah Provinsi Bali menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program tersebut dan siap menindaklanjuti rencana pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah lokasi. Dalam rapat tersebut, beberapa daerah juga melaporkan perkembangan usulan lahan. Kabupaten Jembrana telah mengajukan lahan seluas sekitar 5,9 hektare yang saat ini masih dalam tahap survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Kabupaten Bangli juga telah mengusulkan lokasi, namun masih membutuhkan penyesuaian karena luas lahannya belum memenuhi ketentuan. Sementara itu, Kabupaten Buleleng tengah melakukan pendataan aset yang berpotensi dimanfaatkan, termasuk bangunan Balai Latihan Kerja. Kabupaten Klungkung masih mencari lokasi yang sesuai, sedangkan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung masih melakukan penelusuran serta verifikasi aset yang dapat digunakan.
Menutup rapat, Gus Ipul kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Bali. Ia berharap seluruh pemerintah daerah dapat bekerja maksimal agar target pembangunan gedung permanen segera terealisasi dan manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(*/Stephany)

