MEDIAAKU.COM – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta menggelar Rapat Koordinasi Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)/Pekerja Migran Indonesia melalui Program SMK Go Global di Aula Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, belum lama ini. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama antarlembaga dalam mempersiapkan lulusan SMK agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Melansir laman BP3MI, Rabu (15/7/2026) Rapat tersebut dihadiri Kepala BP3MI DKI Jakarta, Kepala BDI Jakarta, serta 38 direktur utama dan perwakilan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Acara dibuka oleh Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI DKI Jakarta, Adhitya Himawan.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, mengatakan bahwa Program Peningkatan Kapasitas CPMI merupakan salah satu program prioritas nasional yang mendapat arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Untuk wilayah DKI Jakarta, tersedia kuota sekitar 2.760 peserta dengan pendanaan yang berasal dari APBN melalui KP2MI/BP2MI.
Menurut Arman, pelaksanaan program harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan didukung komitmen seluruh pihak agar peserta benar-benar siap menjalani seluruh tahapan hingga penempatan kerja di luar negeri.
Sementara itu, Kepala BDI Jakarta, Ali Khomaini, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung Program SMK Go Global melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta penyediaan fasilitas yang dimiliki BDI. Selain itu, BDI akan bekerja sama dengan BP3MI dan P3MI dalam menyusun kurikulum pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja di berbagai negara tujuan.
Dalam sesi diskusi, para peserta sepakat bahwa kolaborasi antara BP3MI, BDI, P3MI, dan lembaga pelatihan perlu terus diperkuat agar kurikulum pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Komunikasi yang baik serta komitmen seluruh pihak juga dinilai penting untuk mempercepat pelaksanaan Program SMK Go Global.
Menutup kegiatan, Arman Muis mengapresiasi dukungan seluruh peserta rapat. Ia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam mencetak pekerja migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelindungan pekerja migran sejak sebelum penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke Indonesia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak berkomitmen mempercepat implementasi Program SMK Go Global agar target penempatan pekerja migran Indonesia pada 2026 dapat tercapai melalui lulusan SMK yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bekerja di pasar global.(*/Stephany)

