Sunday, May 3, 2026
HomeHukumSidak di Manado, Andi Amran Sulaiman Temukan Masalah Pembibitan dan Tegaskan Sanksi

Sidak di Manado, Andi Amran Sulaiman Temukan Masalah Pembibitan dan Tegaskan Sanksi

MEDIAAKU.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program pembibitan kelapa saat melakukan inspeksi belum lama ini di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Manado, Sulawesi Utara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai aturan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melansir laman Kementan, Minggu (3/5/2026) Dalam peninjauan lapangan, ditemukan berbagai persoalan mendasar, mulai dari kualitas bibit yang tidak memenuhi standar hingga perbedaan signifikan antara laporan administratif dan kondisi sebenarnya. Beberapa bibit dinilai terlalu kecil dan tidak layak tanam, sehingga harus segera diganti. Selain itu, data yang dilaporkan tidak sesuai dengan jumlah riil di lapangan, di mana angka yang seharusnya puluhan ribu ternyata jauh lebih sedikit.

Tidak hanya itu, sistem pemeliharaan kebun juga dinilai belum optimal dan berpotensi menghambat keberhasilan program. Menanggapi temuan tersebut, Mentan meminta adanya pemeriksaan terbuka oleh aparat penegak hukum, termasuk kepolisian, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Ia menekankan bahwa perbaikan harus dilakukan secara jujur tanpa upaya menutupi kekurangan. Menurutnya, arahan dari Presiden Prabowo Subianto adalah memastikan setiap program berjalan apa adanya di lapangan dan segera diperbaiki jika ditemukan kesalahan.

Mentan juga menyatakan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk penyimpangan. Ia menegaskan bahwa sanksi keras akan diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar, termasuk pemecatan tanpa kompromi.

Program pembibitan ini merupakan bagian dari agenda besar nasional yang mencakup penanaman berbagai komoditas seperti kelapa, tebu, kopi, kakao, hingga pala dan lada di seluruh Indonesia dengan target ratusan ribu hektare lahan. Program ini juga diproyeksikan mampu membuka jutaan lapangan kerja, sehingga pengawasannya harus dilakukan secara serius.

Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah telah menyiapkan anggaran hampir Rp10 triliun yang difokuskan pada penyediaan bibit unggul secara gratis bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penanaman sekaligus meningkatkan kualitas hasil pertanian.

Mentan memastikan program tersebut tetap berjalan dan bahkan akan diperluas dengan dukungan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait, termasuk TNI dan Polri. Ia menilai keberhasilan program tidak bisa dicapai secara individu, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Di akhir, Mentan mengingatkan seluruh pihak agar bekerja secara profesional dan tidak menyalahgunakan anggaran negara. Ia menegaskan bahwa program pembibitan merupakan amanah untuk kepentingan masyarakat luas dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Dengan pengawasan langsung dan langkah perbaikan yang terus dilakukan, pemerintah optimistis program pengembangan komoditas perkebunan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular