Thursday, May 7, 2026
HomeSejarah & BudayaBenarkah Petasan Dulu Digunakan untuk Mengusir Roh Jahat?

Benarkah Petasan Dulu Digunakan untuk Mengusir Roh Jahat?

MEDIAAKU.COM – Sejarah petasan merupakan kisah panjang yang bermula dari penemuan awal bahan peledak di Tiongkok kuno. Banyak sejarawan sepakat bahwa petasan berasal dari eksperimen para alkemis yang secara tidak sengaja menciptakan bubuk mesiu sekitar abad ke-9.

Menurut Joseph Needham dalam bukunya “Science and Civilisation in China”, bubuk mesiu awalnya digunakan untuk tujuan ritual dan keagamaan, terutama untuk mengusir roh jahat.

Petasan pertama dibuat dengan memasukkan bubuk tersebut ke dalam bambu, lalu dibakar hingga menghasilkan suara ledakan keras.Seiring waktu, penggunaan petasan berkembang dari ritual spiritual menjadi hiburan dan perayaan.

Pada masa Dinasti Song, petasan mulai diproduksi secara lebih sistematis dan digunakan dalam festival besar. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Jack Kelly dalam bukunya “Gunpowder: Alchemy, Bombards, and Pyrotechnics”, yang menjelaskan bahwa perkembangan teknologi mesiu mendorong inovasi dalam pembuatan petasan dan kembang api.

Petasan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia melalui jalur perdagangan, termasuk ke Timur Tengah dan Eropa. Di Eropa, petasan mengalami modifikasi dan mulai digunakan dalam acara kerajaan serta pertunjukan publik.

Dalam kajian Sejarah Teknologi, penyebaran ini menunjukkan bagaimana inovasi dari satu budaya dapat memengaruhi tradisi global.Namun, di balik nilai hiburan, petasan juga menimbulkan kontroversi.

Banyak ahli menyoroti dampak negatifnya, seperti polusi suara dan risiko kecelakaan.Penggunaan petasan harus diatur dengan ketat untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Di Indonesia sendiri, petasan sering dikaitkan dengan perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan Tahun Baru. Meski demikian, pemerintah telah menetapkan regulasi untuk membatasi penggunaannya demi keamanan.

Sejarah petasan mengajarkan bahwa sebuah penemuan dapat membawa manfaat sekaligus risiko. Oleh karena itu, penggunaan petasan sebaiknya dilakukan secara bijak, dengan mempertimbangkan keselamatan, kenyamanan, dan dampaknya bagi lingkungan serta orang lain.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular