MEDIAAKU.COM – Budaya makan di Jepang tidak hanya soal rasa, tetapi juga etika dan nilai sosial yang dijunjung tinggi. Menurut Masaru Emoto dalam berbagai kajian budaya Jepang, kebiasaan kecil saat makan bisa mencerminkan karakter seseorang.
Berikut lima hal yang dianggap tabu saat makan di Jepang.
1.Menancapkan Sumpit di Nasi
Menancapkan sumpit secara tegak di nasi sangat dilarang. Hal ini menyerupai ritual pemakaman dalam agama Buddha. Dalam buku “Japanese Etiquette Today”, tindakan ini dianggap membawa kesan kematian dan tidak sopan.
2.Memberikan Makanan dari Sumpit ke Sumpit
Memindahkan makanan langsung dari sumpit ke sumpit orang lain juga tabu. Ini karena praktik tersebut mirip dengan prosesi pemindahan tulang jenazah setelah kremasi.
3.Menggosok Sumpit Sekali Pakai
Menggosok sumpit kayu sekali pakai dianggap menghina tuan rumah atau restoran, seolah-olah sumpit tersebut berkualitas buruk. Menurut Ruth Benedict dalam “The Chrysanthemum and the Sword”, masyarakat Jepang sangat menghargai rasa hormat dalam interaksi sosial.
4.Makan Sambil Berjalan
Di Jepang, makan sambil berjalan dianggap kurang sopan karena menunjukkan ketidakhormatan terhadap makanan. Makan sebaiknya dilakukan dengan tenang dan penuh penghargaan.
5.Menuangkan Minuman Sendiri
Saat makan bersama, menuangkan minuman sendiri dianggap tidak sopan. Biasanya, orang lain yang akan menuangkan minuman untuk kita sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan.
Dari budaya makan Jepang, kita belajar bahwa makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi juga bentuk penghormatan,baik kepada makanan, orang lain, maupun tradisi. Sikap sopan, menghargai, dan peduli terhadap sekitar adalah nilai universal yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, di mana pun kita berada.(*/janu)

