MEDIAAKU.COM – Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Peresmian tersebut dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui koperasi yang terintegrasi dan produktif.
Melansir laman Kemkomdigi, Rabu (20/5/2026) Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional dari tingkat desa dan kelurahan. Dari total 1.061 koperasi yang mulai beroperasi, sebanyak 530 unit berada di Jawa Timur dan tersebar di tujuh kabupaten. Sementara itu, 531 unit lainnya berada di Jawa Tengah yang mencakup delapan kabupaten dan kota.
Sebelum acara peresmian berlangsung, Presiden Prabowo meninjau langsung fasilitas Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak bersama sejumlah menteri terkait. Dalam kunjungan tersebut, Presiden melihat kesiapan operasional koperasi, mulai dari distribusi pangan, pengelolaan hasil pertanian, hingga dukungan sarana penunjang untuk pemberdayaan masyarakat desa.
Kegiatan peresmian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, unsur TNI-Polri, kepala daerah, serta pengurus koperasi dari berbagai wilayah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program KDKMP bukan hanya menghadirkan bangunan koperasi, tetapi juga menjadi sarana pemerataan ekonomi bagi masyarakat desa. Menurutnya, koperasi tersebut merupakan implementasi ekonomi konstitusional yang menempatkan rakyat sebagai pelaku sekaligus penerima manfaat pembangunan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut peresmian lebih dari seribu koperasi ini sebagai momen penting dan bersejarah bagi Indonesia. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa karena ribuan koperasi dapat dioperasikan lengkap dengan gedung, gudang, sistem distribusi, hingga dukungan logistik dalam waktu relatif singkat.
Presiden juga menyoroti cepatnya pembangunan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa konsep koperasi mulai dirancang kurang dari setahun lalu, sementara pembangunan fisiknya baru dimulai sekitar November 2025. Namun, dalam kurun sekitar tujuh bulan, pemerintah berhasil mengoperasikan 1.061 koperasi.
Selain itu, Presiden mengungkapkan bahwa saat ini lebih dari 9.000 gedung dan gudang koperasi telah siap secara fisik. Menurutnya, capaian tersebut menjadi prestasi besar yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis desa di seluruh Indonesia.(*/Stephany)

