Friday, June 12, 2026
HomeBeritaKementan Perkuat Strategi Hadapi Kemarau untuk Jaga Produksi Padi Nasional

Kementan Perkuat Strategi Hadapi Kemarau untuk Jaga Produksi Padi Nasional

MEDIAAKU.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan berbagai langkah antisipasi guna menjaga stabilitas produksi padi nasional di tengah tantangan iklim yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga serta mendukung ketahanan pangan nasional meskipun sejumlah daerah berpotensi mengalami penurunan pasokan air akibat musim kemarau.

Melansir laman Kementan, Jumat (12/6/2026), Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan sekaligus Inspektur Jenderal Kementan, Irham Warohian, menegaskan bahwa percepatan luas tambah tanam (LTT) menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menghadapi periode Juni hingga September yang identik dengan meningkatnya risiko kekeringan.

Menurutnya, perluasan areal tanam harus dilakukan secara terencana dan melibatkan berbagai pihak agar target produksi padi tetap tercapai. Dengan langkah tersebut, kebutuhan pangan masyarakat diharapkan dapat terus terpenuhi tanpa gangguan berarti.

Kementan memprioritaskan percepatan tanam di sepuluh provinsi yang menjadi lumbung padi nasional, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan. Daerah-daerah tersebut memiliki kontribusi besar terhadap produksi beras nasional sehingga menjadi fokus utama dalam menjaga pasokan pangan.

Untuk mendukung program tersebut, Kementan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga, TNI, serta berbagai instansi terkait lainnya. Pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga terus ditingkatkan agar pelaksanaan di lapangan berjalan lebih efektif.

Selain mempercepat musim tanam, pemerintah juga mengintensifkan Gerakan Tanam (Gertam), mempercepat penyaluran bantuan kepada petani, dan memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan tepat waktu serta sesuai kebutuhan.

Dalam menghadapi ancaman kekeringan, Kementan melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak dan memperkuat sistem peringatan dini untuk mendukung langkah mitigasi yang lebih cepat. Optimalisasi sumber daya air juga terus dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, sumur dangkal, pompanisasi, sistem perpipaan, hingga penggunaan sumber air alternatif lainnya.

Di sektor budidaya, petani didorong untuk menggunakan varietas padi berumur genjah dan lebih tahan terhadap kondisi kekeringan. Beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Pajajaran, dan Cakrabuana yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Kementan juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau kondisi lahan pertanian serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan potensial, termasuk yang berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Langkah tersebut dilakukan bersama ATR/BPN guna memperkuat keberadaan Lahan Baku Sawah (LBS) dan mencegah adanya lahan produktif yang tidak dimanfaatkan.

Melalui berbagai strategi tersebut, Kementan optimistis target luas tambah tanam dan produksi padi nasional dapat tercapai. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular