Thursday, June 18, 2026
HomeKesehatanStres dan Kurang Tidur Bisa Memicu Cortisol Face, Ini Penjelasannya

Stres dan Kurang Tidur Bisa Memicu Cortisol Face, Ini Penjelasannya

MEDIAAKU.COM – Pernahkah Anda bangun tidur dan mendapati wajah terlihat lebih bengkak atau tampak lebih bulat dari biasanya? Belakangan ini, kondisi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dengan istilah “cortisol face”.

Istilah ini merujuk pada perubahan bentuk wajah yang dikaitkan dengan tingginya kadar hormon kortisol akibat stres berkepanjangan dan pola hidup yang kurang sehat. Meski populer di media sosial, kondisi ini sebenarnya memiliki penjelasan medis.

Menurut penjelasan dari dokter dan pakar kesehatan perempuan, Dr. Jolene Brighten, cortisol face dikenal juga sebagai moon face atau wajah bulan. Kondisi ini ditandai dengan wajah yang tampak membulat, bengkak, dan garis rahang yang terlihat kurang tegas.

Kortisol merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal sebagai respons alami tubuh terhadap tekanan fisik, emosional, maupun mental. Dalam jumlah normal, hormon ini berperan penting dalam menjaga energi, mengatur metabolisme, dan membantu tubuh menghadapi stres.

Namun, ketika kadar kortisol meningkat secara terus-menerus, tubuh dapat mengalami perubahan distribusi lemak serta penumpukan cairan. Dampaknya, area tertentu seperti wajah, leher, dan perut menjadi tampak lebih penuh atau membengkak.Meski sering menimbulkan kekhawatiran, cortisol face umumnya bersifat sementara dan tidak menimbulkan rasa nyeri.

Selain stres, ada sejumlah faktor lain yang dapat membuat wajah tampak lebih bengkak atau membulat.

1.Stres Kronis

Tekanan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memicu produksi kortisol secara berlebihan. Jika kondisi ini terus terjadi tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup, risiko penumpukan cairan dan perubahan distribusi lemak akan meningkat.

2.Kurang Tidur

Kebiasaan tidur larut malam atau kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Kurangnya waktu istirahat membuat tubuh berada dalam kondisi siaga, sehingga produksi kortisol ikut meningkat.

3.Pola Makan yang Kurang Sehat

Konsumsi makanan tinggi gula, makanan olahan, minuman bersoda, serta alkohol secara berlebihan dapat memengaruhi kadar kortisol. Kebiasaan ini juga berpotensi menyebabkan retensi cairan yang membuat wajah tampak lebih sembap.

4.Penggunaan Obat Kortikosteroid

Beberapa jenis obat kortikosteroid, seperti prednison dan deksametason, kerap digunakan untuk menangani asma, artritis, lupus, dan berbagai penyakit autoimun lainnya. Penggunaan dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat memicu peningkatan kadar kortisol dan meningkatkan risiko terjadinya sindrom Cushing, yang salah satu gejalanya adalah pembengkakan pada wajah.

5.Gangguan Hormon

Kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan tiroid, resistensi insulin, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS), dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh. Ketidakseimbangan ini berpotensi memperparah munculnya cortisol face.

Jika wajah tampak bengkak dalam waktu lama, disertai kenaikan berat badan yang tidak biasa, mudah lelah, tekanan darah tinggi, atau muncul gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Perlu diingat bahwa wajah yang terlihat lebih bulat tidak selalu menandakan kadar kortisol tinggi. Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya dan menentukan penanganan yang tepat.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular