MEDIAAKU.COM – Seni cloisonné atau email logam merupakan salah satu teknik dekorasi logam yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Teknik ini dilakukan dengan membuat sekat-sekat kecil dari kawat logam pada permukaan benda, kemudian mengisinya dengan enamel berwarna dan membakarnya pada suhu tinggi hingga menghasilkan hiasan yang indah.
Cloisonné berasal dari kata Prancis cloison yang berarti “sekat” atau “partisi”.Sejarah seni cloisonné diperkirakan bermula di kawasan Timur Dekat dan Mesir Kuno sekitar abad ke-13 SM. Teknik ini kemudian berkembang di wilayah Bizantium dan menyebar ke berbagai negara melalui jalur perdagangan.
Pada masa Kekaisaran Bizantium, cloisonné digunakan untuk menghias perhiasan, benda keagamaan, dan perlengkapan istana. Keindahan warna serta ketelitian pengerjaannya menjadikan seni ini sebagai simbol kemewahan dan status sosial.
Perkembangan penting terjadi ketika teknik cloisonné masuk ke Tiongkok pada masa Dinasti Yuan (1271–1368) dan mencapai puncak kejayaannya pada Dinasti Ming (1368–1644). Para perajin Tiongkok mengembangkan motif-motif khas seperti naga, bunga teratai, dan awan, yang kemudian dikenal luas sebagai ciri khas cloisonné Tiongkok.
Hasil karya mereka tidak hanya digunakan sebagai benda dekoratif, tetapi juga sebagai perlengkapan upacara dan hadiah bagi kalangan bangsawan.
Menurut ahli seni dekoratif Joan Evans dalam bukunya “A History of Jewellery 1100–1870”, teknik cloisonné menunjukkan tingkat keterampilan yang sangat tinggi karena memadukan kemampuan mengolah logam dengan seni pewarnaan enamel.
Evans berpendapat bahwa keberhasilan cloisonné terletak pada kemampuannya menghasilkan kombinasi warna yang tahan lama sekaligus memberikan efek visual yang mewah pada permukaan logam.
Hingga saat ini, seni cloisonné masih dipertahankan di berbagai negara seperti Tiongkok, Jepang, Rusia, dan Prancis. Karya-karya cloisonné modern banyak dijadikan koleksi museum, cendera mata, maupun benda seni bernilai tinggi. Keberlangsungan seni ini membuktikan bahwa warisan budaya tradisional tetap memiliki daya tarik dan relevansi di tengah perkembangan zaman.
Seni cloisonné mengajarkan bahwa ketelitian, kesabaran, dan kreativitas dapat menghasilkan karya yang bernilai tinggi dan bertahan lintas generasi. Oleh karena itu, warisan seni tradisional seperti cloisonné perlu terus dipelajari dan diapresiasi agar kekayaan budaya dunia tetap lestari.(*/janu)

