Monday, August 17, 2026
HomeSejarah & BudayaRahasia Keindahan Dondang Sayang yang Perlu Generasi Muda Ketahui

Rahasia Keindahan Dondang Sayang yang Perlu Generasi Muda Ketahui

MEDIAAKU.COM – Dondang Sayang merupakan salah satu kesenian tradisional Melayu yang telah berkembang selama berabad-abad. Kesenian ini dikenal sebagai perpaduan musik, nyanyian, dan pantun yang dibawakan secara bersahut-sahutan.

Tradisi ini diyakini telah muncul sejak masa Kesultanan Melaka pada abad ke-15, ketika budaya Melayu berkembang pesat melalui interaksi dengan pedagang dari berbagai wilayah Asia. Setelah penyebaran masyarakat Melayu ke berbagai daerah, Dondang Sayang turut berkembang di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan komunitas Melayu lainnya.

Ciri khas Dondang Sayang terletak pada penggunaan pantun empat baris yang dinyanyikan secara spontan. Para penyanyi saling berbalas pantun dengan iringan alat musik seperti biola, rebana, gong, dan akordeon. Isi pantunnya dapat berupa nasihat, humor, cinta, hingga pesan kehidupan. Karena mengandalkan kreativitas dan kemampuan berbahasa, Dondang Sayang menjadi simbol kecerdasan serta kehalusan budi masyarakat Melayu.

Menurut Tan Sri Prof. Dr. Khoo Kay Kim dalam bukunya “Malay Society: Transformation and Democratization”, Dondang Sayang bukan sekadar hiburan, melainkan media yang memperkuat hubungan sosial dan memperkenalkan nilai-nilai sopan santun dalam budaya Melayu.

Melalui pantun yang indah, masyarakat belajar menghargai lawan bicara dan menjaga etika dalam berkomunikasi.Pantun yang dinyanyikan menunjukkan kemampuan berpikir kreatif, kecintaan terhadap bahasa, serta penghormatan kepada alam dan sesama manusia.Hingga kini, Dondang Sayang masih dipentaskan dalam berbagai acara budaya, pernikahan adat, festival seni, dan peringatan hari besar.

Berbagai komunitas budaya terus mengajarkan kesenian ini kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman. Kehadirannya membuktikan bahwa warisan budaya dapat tetap hidup apabila terus dipelajari, dipraktikkan, dan dihargai oleh masyarakat.

Sebuah tradisi bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga sarana untuk mewariskan nilai kesopanan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap bahasa. Dengan menghargai warisan budaya, kita turut memperkaya jati diri bangsa dan memastikan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup sepanjang zaman.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular