Wednesday, August 19, 2026
HomeBeritaSejumlah Bandara di Flores Terdampak Gempa, Operasional Penerbangan Tetap Berjalan

Sejumlah Bandara di Flores Terdampak Gempa, Operasional Penerbangan Tetap Berjalan

MEDIAAKU.COM – Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada sejumlah fasilitas bandar udara di wilayah Flores dan sekitarnya. Meski terdapat kerusakan pada beberapa bagian bangunan, seluruh bandara yang terdampak masih dapat melayani penerbangan dengan penerapan langkah-langkah mitigasi keselamatan.

Melansir BeritaSatu, Rabu (19/8/2026) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa memastikan tidak ada bandar udara yang ditutup akibat gempa. Pernyataan tersebut disampaikan setelah dilakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas di lapangan.

Menurut Lukman, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam memastikan aktivitas di bandara tetap berlangsung. Area yang berpotensi membahayakan pengguna jasa dibatasi aksesnya, sementara kegiatan penerbangan tetap diupayakan berjalan tanpa gangguan berarti.

Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan adalah Bandara Komodo di Labuan Bajo. Kerusakan tercatat pada plafon terminal dan fire station, dinding gedung administrasi, serta bagian fillet Taxiway A yang mengalami retakan memanjang. Pembersihan di area terminal telah dilakukan dan kegiatan penerbangan tetap berlangsung.

Kondisi serupa juga terjadi di Bandara H Hasan Aroeboesman, Ende. Sejumlah fasilitas terdampak, termasuk plafon terminal serta dinding gedung PKP-PK dan struktur menara. Untuk menjaga pelayanan lalu lintas udara, pengelola menerapkan contingency plan dengan mengalihkan komunikasi ke watchroom Gedung PKP-PK.

Sementara itu, Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu mengalami kerusakan pada partisi kaca gedung terminal lantai dua. Perbaikan struktur dan pengamanan area dilakukan guna mengurangi risiko bagi penumpang maupun pengguna jasa lainnya.

Di Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, kerusakan ditemukan pada sejumlah bagian terminal dan fasilitas pendukung. Di antaranya arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat dan kantor, dinding PKP-PK, serta menara. Proses pembersihan dan pemeriksaan struktur masih dilakukan, namun area sisi udara dinyatakan tetap aman untuk penerbangan.

Kerusakan ringan juga dilaporkan di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere. Bagian yang terdampak meliputi plafon dan kaca terminal lantai dua. Sementara itu, runway dan apron bandara masih berada dalam kondisi baik.

Bandara Soa Bajawa menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian lebih lanjut karena selain kerusakan pada plafon, kaca terminal, serta sejumlah dinding dan kolom bangunan, ditemukan pula retakan memanjang pada runway.

Untuk mengantisipasi risiko, petugas melakukan pembersihan material, mengamankan peralatan, menggunakan perangkat komunikasi VHF-A/G portable, serta memindahkan armada PKP-PK ke luar gedung sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan.

Lukman menegaskan bahwa seluruh bandara terdampak masih beroperasi. Namun, keputusan terkait pelaksanaan atau penyesuaian penerbangan tetap menjadi kewenangan maskapai dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan.

Kemenhub juga terus memantau kondisi fasilitas bandara dan melakukan mitigasi terhadap titik-titik yang dinilai berisiko. Dengan langkah tersebut, pelayanan penerbangan di Flores dan wilayah sekitarnya diharapkan tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan bagi penumpang, awak pesawat, dan seluruh pengguna jasa.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular