MEDIAAKU.COM – Candi Ijo merupakan salah satu candi Hindu yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keunikan candi ini terletak pada lokasinya yang berada di perbukitan dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut, sehingga dikenal sebagai candi tertinggi di Yogyakarta.
Dari kawasan ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang indah sekaligus mempelajari warisan budaya Indonesia yang bernilai tinggi.Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, Candi Ijo diperkirakan dibangun pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi, pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
Nama “Ijo” diambil dari Bukit Hijau atau Gumuk Ijo, tempat candi tersebut berdiri. Kompleks candi terdiri atas beberapa teras yang mengikuti kontur bukit. Pada bagian utama terdapat candi induk yang dipersembahkan kepada Dewa Siwa, disertai tiga candi pendamping.
Arkeolog Indonesia Dr. R. Soekmono menjelaskan bahwa pembangunan candi-candi Hindu di Jawa tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan, tetapi juga mencerminkan perkembangan seni bangunan, keagamaan, dan kehidupan politik kerajaan pada masanya. Pendapat ini membantu menjelaskan bahwa Candi Ijo merupakan bagian penting dari peradaban Mataram Kuno yang berkembang di Yogyakarta.
Kemajuan Kerajaan Mataram ditandai oleh kemampuan masyarakatnya membangun bangunan suci yang megah di berbagai lokasi strategis. Keberadaan Candi Ijo di atas bukit menunjukkan bahwa pemilihan lokasi memiliki makna religius sekaligus menunjukkan kemampuan teknik bangunan yang telah maju pada zamannya.
Kini Candi Ijo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi. Selain menikmati keindahan arsitektur candi, wisatawan juga dapat menyaksikan panorama matahari terbenam yang memukau. Pemerintah bersama masyarakat terus berupaya menjaga kelestarian candi agar tetap menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.
Warisan budaya adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dengan menghargai, merawat, dan mempelajari peninggalan sejarah seperti Candi Ijo, kita turut menjaga identitas bangsa sekaligus mewariskan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi yang akan datang.(*/janu)

