Monday, August 24, 2026
HomeSejarah & BudayaCandi Plaosan, Saksi Bisu Cinta dan Toleransi di Era Kerajaan Mataram Kuno

Candi Plaosan, Saksi Bisu Cinta dan Toleransi di Era Kerajaan Mataram Kuno

MEDIAAKU.COM – Candi Plaosan merupakan salah satu candi bersejarah di Indonesia yang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak jauh dari Candi Prambanan. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Keunikan Candi Plaosan terletak pada perpaduan unsur Buddha dan Hindu yang terlihat jelas pada arsitektur serta reliefnya. Karena itu, candi ini sering dijadikan simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama pada masa lampau.

Menurut arkeolog Prof. Dr. R. Soekmono, Candi Plaosan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya dan Sri Kahulunnan atau Pramodhawardhani dari Wangsa Syailendra. Pernikahan kedua tokoh tersebut diyakini menjadi lambang bersatunya dua tradisi besar, yaitu Hindu dan Buddha. Pendapat ini didukung oleh berbagai prasasti dan gaya arsitektur yang menunjukkan pengaruh kedua agama tersebut.

Kompleks Candi Plaosan terbagi menjadi dua bagian, yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Plaosan Lor merupakan bagian yang paling terkenal karena memiliki dua candi utama yang megah, dikelilingi oleh candi-candi kecil, stupa, serta arca Bodhisatwa. Relief-relief pada dinding candi menggambarkan kehidupan masyarakat, ajaran Buddha, serta keindahan seni pahat pada masa itu.

Sejarawan Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya “Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Mataram Kuno” menjelaskan bahwa pembangunan candi-candi pada masa Mataram Kuno bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai bukti kemajuan ilmu bangunan, seni, dan pemerintahan.

Candi Plaosan menjadi salah satu contoh nyata bagaimana masyarakat Jawa kuno mampu menghasilkan karya arsitektur yang indah dan bertahan hingga lebih dari seribu tahun.Saat ini, Candi Plaosan menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya yang banyak dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Selain menikmati keindahan bangunannya, pengunjung juga dapat mempelajari nilai sejarah, toleransi, serta kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan oleh para leluhur.Candi Plaosan mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan.

Warisan sejarah ini mengingatkan kita bahwa persatuan, toleransi, dan semangat saling menghormati telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia sejak berabad-abad lalu. Oleh karena itu, mari kita menjaga dan melestarikan cagar budaya agar nilai-nilai luhur tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular