MEDIAAKU.COM – Di tengah rutinitas yang serba cepat, slow living menjadi salah satu tren gaya hidup yang semakin populer pada 2026. Konsep ini mengajak seseorang untuk menikmati hidup dengan lebih sadar, mengurangi tekanan untuk selalu produktif, serta memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat.
Kementerian Kesehatan menyebut gaya hidup Slo-Mo dan digital detox sebagai bentuk kesadaran untuk mengambil jeda di tengah paparan teknologi dan aktivitas yang tidak pernah berhenti. Slow living bukan berarti bermalas-malasan, melainkan mengutamakan kualitas dibandingkan kecepatan.
Melansir Pinterest, salah satu ciri slow living 2026 adalah kembali menikmati aktivitas sederhana. Berkebun, memasak, membaca buku, journaling, membuat kerajinan, hingga berjalan-jalan di alam menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada gawai.
Tren ini sejalan dengan laporan Pinterest yang menunjukkan meningkatnya minat terhadap kenyamanan, aktivitas autentik, nostalgia, dan berbagai kegiatan yang membuat orang menjauh sejenak dari hiruk-pikuk media sosial.
Menariknya, slow living bukan berarti meninggalkan pekerjaan atau ambisi. Gaya hidup ini justru mengajarkan pentingnya menentukan prioritas, membatasi kesibukan yang tidak perlu, dan menyediakan waktu untuk diri sendiri.
Pada akhirnya, tren slow living 2026 membawa pesan sederhana: hidup tidak harus selalu cepat untuk bisa berarti. Sesekali, memperlambat langkah justru membantu Anda menikmati hal-hal kecil yang sering terlewat.(*/Stephany)

