Friday, September 4, 2026
HomePolitikWamenlu Anis Matta Tegaskan Peran Strategis GNB untuk Hadapi Tantangan Dunia

Wamenlu Anis Matta Tegaskan Peran Strategis GNB untuk Hadapi Tantangan Dunia

MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta mewakili Presiden RI dalam pertemuan peringatan 65 tahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama Gerakan Non-Blok (GNB) di Beograd, Serbia, belum lama ini.

Melansir laman Kemenlu, Jumat (4/9/2026) dalam forum tersebut, Anis menyoroti pentingnya Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung sebagai salah satu tonggak yang turut melahirkan semangat Gerakan Non-Blok. Menurutnya, nilai-nilai yang diperjuangkan GNB sejak awal tetap relevan untuk menghadapi berbagai persoalan global saat ini.

Anis menegaskan bahwa GNB tidak seharusnya hanya mengenang sejarah, tetapi perlu mengambil peran dalam membentuk tatanan dunia yang lebih adil, setara, damai, dan menjunjung nilai kemanusiaan.Ia menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian GNB ke depan.

Pertama, memperkuat solidaritas dan persaudaraan antarnegara serta terus memperjuangkan kemerdekaan, termasuk bagi Palestina yang disebutnya sebagai tanggung jawab sejarah yang harus diselesaikan.

Kedua, negara-negara anggota GNB perlu memperkuat kemandirian strategis, terutama dalam sektor pangan, energi, dan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting agar negara-negara berkembang memiliki ketahanan lebih kuat di tengah dinamika geopolitik dunia.

Ketiga, GNB diharapkan ikut mendorong terbentuknya masa depan yang mengedepankan keadilan, kemerdekaan, dan kerja sama antarnegara.

Di sela agenda pertemuan, Anis juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Serbia, Wakil Menteri Luar Negeri Serbia, serta Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan masing-masing negara.

KTT pertama GNB sendiri berlangsung di Beograd pada 1961 dan dihadiri sejumlah pemimpin negara berkembang, termasuk Presiden Soekarno dari Indonesia.Keikutsertaan Indonesia dalam peringatan tersebut menegaskan kembali komitmen terhadap nilai-nilai Dasasila Bandung.

Prinsip seperti penghormatan terhadap kedaulatan negara, tidak mencampuri urusan dalam negeri, penyelesaian konflik secara damai, serta penghormatan terhadap hukum internasional dinilai tetap penting sebagai landasan dalam menjaga perdamaian dunia.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular