MEDIAAKU.COM – Menjelang enam dekade berdirinya ASEAN, Indonesia mendorong adanya refleksi terhadap perjalanan dan peran organisasi kawasan tersebut. Evaluasi dinilai penting agar ASEAN tetap relevan serta mampu menjawab berbagai tantangan yang berkembang di tingkat regional maupun global.
Melansir laman Kemenlu, Kamis (20/8/2026) Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam talkshow bertajuk “HUT ASEAN: Menuju ASEAN 60 Tahun” yang digelar Asosiasi Diplomat Indonesia bersama Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri di Ruang Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono menilai stabilitas merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlangsungan ASEAN. Menurutnya, kondisi kawasan yang aman dan stabil menjadi prasyarat agar negara-negara anggota dapat terus membangun kerja sama dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa masa depan ASEAN sangat bergantung pada kemampuannya menjaga kredibilitas sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Asia Tenggara. Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ASEAN 2026, “Navigating Our Future, Together”, yang menekankan pentingnya menghadapi masa depan secara bersama-sama.
Sejak didirikan pada 8 Agustus 1967, ASEAN telah mengalami perjalanan panjang dalam membangun kawasan Asia Tenggara yang damai, stabil, dan semakin terintegrasi. Bagi Indonesia, ASEAN memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wadah utama untuk memperjuangkan kepentingan nasional, menjaga stabilitas regional, memperluas hubungan ekonomi, serta meningkatkan posisi Asia Tenggara di tengah perubahan geopolitik dunia.
Talkshow tersebut menghadirkan Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan periode 2011–2014 sekaligus penulis buku “What It Takes: Asia Tenggara – Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global”. Ia membagikan pandangan mengenai peluang dan tantangan kerja sama ASEAN dalam menghadapi perubahan lingkungan global.
Menurut Sugiono, forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan wawasan dan gagasan baru mengenai bagaimana ASEAN dapat terus berkembang. Selain menjadi ruang refleksi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat pemahaman para pelaku diplomasi Indonesia mengenai arah organisasi kawasan tersebut ke depan.
Kegiatan dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Ina Krisnamurthi, Ketua Asosiasi Diplomat Indonesia Acep Somantri, serta jajaran pejabat dan aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Luar Negeri.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi diplomasi, 50 peserta pertama yang hadir langsung juga memperoleh buku karya Gita Wirjawan. Buku tersebut diharapkan dapat menambah perspektif mengenai perkembangan Asia Tenggara, khususnya dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global.
Melalui momentum menuju 60 tahun ASEAN, Indonesia menegaskan pentingnya menjaga organisasi tersebut tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan. Di saat yang sama, ASEAN diharapkan terus mampu beradaptasi dan menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis.(*/Stephany)

