Monday, July 27, 2026
HomePolitikWamenko Polkam: Politik Bermoral Jadi Kunci Wujudkan Demokrasi Substantif Menuju Indonesia Emas...

Wamenko Polkam: Politik Bermoral Jadi Kunci Wujudkan Demokrasi Substantif Menuju Indonesia Emas 2045

MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, menilai politik yang dijalankan dengan moral, keadilan, serta orientasi pada pemberdayaan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun demokrasi yang lebih bermakna.

Menurutnya, kondisi tersebut juga menjadi salah satu fondasi untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.Hal itu disampaikan Lodewijk ketika menjadi narasumber dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta, belum lama ini.

Melansir laman Kemenkopolkam, Senin (27/7/2026) Dalam kesempatan tersebut, Lodewijk menyoroti situasi geopolitik dunia yang terus berkembang dan semakin sulit diprediksi. Perubahan global, kata dia, memberikan dampak luas bagi Indonesia, bukan hanya dalam urusan politik dan keamanan, tetapi juga terhadap perekonomian, kehidupan sosial budaya, serta sektor pertahanan.

Menghadapi kondisi tersebut, Indonesia membutuhkan fondasi politik dan demokrasi yang kokoh. Tata kelola pemerintahan juga harus mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus menciptakan ruang yang mendukung percepatan pembangunan.

Lodewijk turut mengajak umat Islam untuk menerapkan nilai-nilai profetik dalam kehidupan politik. Ia menekankan bahwa aktivitas politik semestinya diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat serta menghadirkan kesejahteraan dan kemaslahatan bersama.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah persoalan yang menjadi tantangan bagi demokrasi di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah politik transaksional dengan biaya tinggi, penyebaran kampanye negatif dan kampanye hitam, semakin kuatnya pengaruh oligarki serta politik dinasti, dan masih rendahnya literasi serta etika politik.

Selain itu, demokrasi di Indonesia dinilai masih menghadapi kecenderungan terlalu menitikberatkan pada aspek prosedural dibandingkan substansi. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan bersama agar demokrasi benar-benar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam konteks itu, Lodewijk menilai ulama dan organisasi kemasyarakatan mempunyai posisi strategis dalam kehidupan berbangsa. Keduanya dapat berperan sebagai pemberi arah sekaligus pengingat ketika terdapat praktik yang menyimpang dari nilai-nilai kehidupan bernegara.

Ia pun mendorong umat Islam untuk menjaga persatuan dan menempuh perjuangan politik melalui cara-cara yang benar. Politik, menurutnya, harus diarahkan menjadi sarana pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Lodewijk menegaskan bahwa politik semestinya tidak dijadikan jalan untuk mengejar kekayaan pribadi. Kepentingan nasional juga harus dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan umat.

KUII VIII 2026 turut dihadiri Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, jajaran pimpinan MUI provinsi, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam tingkat nasional, serta perwakilan dari perguruan tinggi dan pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, Lodewijk didampingi Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Heri Wiranto.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular