MEDIAAKU.COM – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam menangani perubahan iklim melalui berbagai aksi lintas sektor yang menggabungkan perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan pengentasan kemiskinan.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, dalam Interactive Leaders Dialogue pada Climate Summit 2026 di Markas Besar PBB, New York.
Melansir laman Kemenlh, Senin (28/9/2026) Dalam forum tersebut, Jumhur menyampaikan bahwa Indonesia menargetkan pencapaian Net-Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat melalui Nationally Determined Contribution (NDC).
Sejumlah langkah yang ditempuh meliputi pengurangan emisi dari sektor limbah dan metana, dekarbonisasi industri, pengembangan energi surya, penerapan B50, serta pengembangan kendaraan listrik dan teknologi rendah karbon.
Jumhur menegaskan bahwa transisi energi harus berjalan secara adil dengan memperhatikan keterjangkauan energi, penciptaan lapangan kerja, perlindungan kelompok rentan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Indonesia juga mendorong peningkatan pembiayaan iklim, khususnya hibah dan pendanaan terjangkau untuk mendukung sistem peringatan dini, perlindungan ekosistem, serta penanganan dampak bencana iklim.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia turut memperkuat upaya adaptasi melalui pengembangan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa serta restorasi mangrove dan ekosistem pesisir untuk menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut.
Menjelang COP31 di Antalya, Türkiye, Indonesia berharap kerja sama internasional dapat mempercepat pendanaan dan pelaksanaan aksi iklim yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.(*/Stephany)

