MEDIAAKU.COM – Pemerintah memperluas kerja sama dengan dunia usaha untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Kali ini, sekitar 400 perusahaan pertambangan dilibatkan untuk mendukung upaya pengendalian kebakaran di wilayah tersebut.
Melansir BeritaSatu, Sabtu (7/11/2026) Keterlibatan sektor pertambangan ini melengkapi kontribusi hampir 200 perusahaan dari sektor perkebunan dan kehutanan yang sebelumnya telah bergabung dalam upaya penanggulangan karhutla.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kerja sama lintas sektor dibutuhkan untuk mempercepat pengerahan personel, peralatan, serta berbagai sumber daya dalam menghadapi ancaman kebakaran.
Hal ini disampaikan Hanif setelah mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Jakarta. Pertemuan tersebut secara khusus membahas pengendalian karhutla di Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Kalimantan Tengah.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah perwakilan perusahaan pertambangan.
Hanif menjelaskan, tindak lanjut kerja sama akan dilakukan melalui pembahasan teknis bersama Indonesia Mining Association dan Forum Kepala Teknik Tambang. Langkah ini bertujuan menyusun mekanisme operasional agar dukungan perusahaan dapat dimanfaatkan secara optimal di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengoordinasikan keterlibatan perusahaan, mulai dari penyediaan tenaga personel, peralatan hingga dukungan teknis untuk menangani wilayah yang menjadi prioritas.
Menurut Hanif, semangat gotong royong antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan tidak hanya menekan risiko kebakaran, tetapi turut mempercepat pemulihan lingkungan serta mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.(*/Stephany)

