MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus mendorong revitalisasi sekolah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terutama yang berada di wilayah rawan bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan peserta didik tetap memiliki fasilitas belajar yang aman dan layak meskipun sekolah terdampak banjir.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dalam dialog bersama guru dan kepala sekolah di Demak belum lama ini.
Melansir laman Kemendikdasmen, Selasa (29/9/2026) Pada 2025, sebanyak 89 satuan pendidikan di Demak telah menerima program revitalisasi. Sementara itu, 111 sekolah lainnya diusulkan untuk tahap berikutnya.Sejumlah sekolah di wilayah tersebut kerap mengalami banjir sehingga membutuhkan penguatan bangunan, termasuk penerapan konsep sekolah panggung di lokasi tertentu.
Atip menegaskan, sekolah dengan kerusakan berat, khususnya akibat bencana, perlu menjadi prioritas. Revitalisasi juga harus memastikan anak-anak tidak kehilangan kesempatan belajar akibat kerusakan fasilitas.Selain infrastruktur, dialog tersebut membahas persoalan kualifikasi guru. Pemerintah menyediakan beasiswa bagi pendidik yang perlu memenuhi persyaratan pendidikan D4/S1 agar dapat meningkatkan kompetensinya.
Persoalan anak tidak sekolah (ATS) turut menjadi perhatian. Data sementara per 31 Agustus mencatat sekitar 8.000 anak di Demak belum mengakses pendidikan. Angka tersebut masih diverifikasi untuk menghindari data ganda.Kembali, Atip menekankan bahwa proses belajar tidak harus selalu berlangsung di sekolah formal, tetapi dapat melalui jalur pendidikan alternatif.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak mencatat sekitar 20 guru dan tenaga kependidikan memasuki masa pensiun setiap bulan. Pemerintah daerah berharap kebutuhan sekitar 400 formasi tenaga pendidik dapat dipenuhi untuk mengurangi kekosongan guru di sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Atip menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan penataan kebutuhan dan pengelolaan guru secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.(*/Stephany)

