Sunday, October 4, 2026
HomeSejarah & BudayaPompeii: Jejak Kehidupan Romawi yang Ditemukan Kembali

Pompeii: Jejak Kehidupan Romawi yang Ditemukan Kembali

MEDIAAKU.COM – Pompeii merupakan salah satu situs arkeologi paling terkenal di dunia. Kota Romawi kuno ini terkubur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. Abu vulkanik dan material letusan menutupi bangunan, jalan, rumah, lukisan dinding, serta berbagai benda kehidupan sehari-hari. Keadaan tersebut justru membuat banyak bagian kota bertahan selama berabad-abad.

Kisah penemuan kembali Pompeii berlangsung jauh setelah bencana tersebut. Pada abad ke-16, ketika Domenico Fontana mengerjakan pembangunan saluran air di wilayah sekitar Sungai Sarno, sejumlah struktur kuno ditemukan.Namun, saat itu para pekerja belum menyadari bahwa mereka telah menemukan bagian dari Pompeii.

Penemuan yang lebih serius dimulai pada 1748, ketika penggalian pada masa pemerintahan Charles III dari Bourbon dilakukan di wilayah Civita. Awalnya lokasi tersebut bahkan dianggap sebagai kota Stabiae. Baru pada 1763, sebuah prasasti yang menyebut masyarakat Pompeianorum membantu memastikan bahwa reruntuhan itu adalah Pompeii.

Perkembangan penting terjadi pada abad ke-19 melalui arkeolog Giuseppe Fiorelli. Ia menjadi tokoh penting dalam mengubah penggalian Pompeii menjadi kegiatan yang lebih ilmiah dan sistematis. Menurut kajian Cambridge mengenai buku “Descrizione di Pompei”, Fiorelli memperkenalkan pencatatan yang lebih teliti, pemetaan kota, serta pembagian wilayah berdasarkan region, blok, dan bangunan.

Metode tersebut membantu para arkeolog memahami Pompeii bukan sekadar sebagai tempat mencari benda berharga, tetapi sebagai kota yang memiliki kehidupan sosial dan sejarah yang kompleks.Penemuan Pompeii memberikan pelajaran besar tentang pentingnya melestarikan masa lalu. Kota yang pernah terkubur justru menjadi sumber pengetahuan mengenai kehidupan masyarakat Romawi.

Sejarah mengajarkan bahwa sesuatu yang tampak telah hilang belum tentu benar-benar tidak berguna. Kita perlu menghargai, merawat, dan mempelajari peninggalan masa lalu agar generasi berikutnya dapat memahami perjalanan manusia dan mengambil pelajaran darinya.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular