MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta penyelenggara Pemagangan Luar Negeri memperkuat pelindungan peserta sejak tahap seleksi hingga mereka kembali ke Indonesia.
Melansir laman Kemenaker, Minggu (4/10/2026) Menurut Afriansyah, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari banyaknya peserta yang diberangkatkan. Mutu pelaksanaan, peningkatan keterampilan, keamanan peserta, serta manfaat yang diperoleh setelah menyelesaikan program juga menjadi indikator penting.
Hal tersebut disampaikan Afriansyah saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AP2LN di Jakarta belum lama ini. Ia menilai pemagangan di luar negeri dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional, mengenal teknologi, sekaligus membangun kedisiplinan.
Ia juga meminta penyelenggara memastikan kualitas program melalui proses seleksi, pelatihan, pembekalan, pendampingan selama peserta berada di luar negeri, hingga proses kepulangan.
Aspek pelindungan, lanjutnya, harus diperkuat dengan memastikan informasi dan biaya disampaikan secara transparan. Peserta juga perlu memiliki akses terhadap saluran pengaduan yang mudah digunakan jika menghadapi persoalan selama mengikuti program.
Selain pelindungan, materi pemagangan diharapkan selaras dengan kebutuhan industri sehingga peserta memperoleh keterampilan yang benar-benar relevan dengan dunia kerja.
Afriansyah turut menyoroti kesiapan penyelenggara menghadapi perubahan sistem dari Technical Intern Training Program menuju Employment for Skill Development (Ikusei Shuro).
Ia berharap AP2LN dapat terus bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun penyelenggaraan Pemagangan Luar Negeri yang aman, transparan, berkualitas, dan berkelanjutan.(*/Stephany)

