MEDIAAKU.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalankan tiga program pendampingan bagi 178 pelaku UMKM terdampak bencana di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Program tersebut meliputi perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan akses pasar.
Melansir laman KemenUMKM, Jumat (23/10/2026) Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Utama Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, mengatakan program ini bertujuan membantu pelaku usaha memulihkan kegiatan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Nias.
Program pertama menyasar 58 pelaku UMKM melalui kerja sama dengan Bank Indonesia, OJK, dan Bank Sumut untuk meningkatkan literasi keuangan serta kesiapan memperoleh pembiayaan.
Program kedua melibatkan 63 pelaku UMKM dengan pendampingan Universitas Nias dan pendamping usaha guna meningkatkan efisiensi operasional, kapasitas produksi, serta kualitas produk.
Adapun program ketiga diikuti 57 pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran melalui kemitraan bisnis dan platform digital, dengan dukungan Universitas Nias, MOWIEE, dan Narsis Digital. Peserta juga mendapat pemahaman mengenai peluang menjadi penyedia barang dan jasa pemerintah melalui e-Katalog.
Arif menegaskan, keterpaduan pembiayaan, produksi, dan pemasaran menjadi kunci pemulihan usaha jangka panjang. Kementerian UMKM juga akan melakukan pemantauan dan pendampingan lanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta mitra usaha.
Melalui upaya ini, pelaku UMKM di Kepulauan Nias diharapkan mampu bangkit dari dampak bencana, memperkuat ketahanan bisnis, dan memperluas jangkauan pasar produk lokal.(*/Stephany)

