MEDIAAKU.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran DEN dan sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta belum lama ini. Melansir BPMI Setpres, Kamis (22/10/2026) Pertemuan tersebut membahas kondisi ekonomi terkini serta rekomendasi kebijakan untuk menghadapi tantangan global yang berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia.
Usai pertemuan, Luhut menjelaskan bahwa DEN menyampaikan sejumlah hasil kajian dan rekomendasi kepada Presiden berdasarkan perkembangan ekonomi dunia. Selain mengidentifikasi berbagai persoalan, DEN juga menawarkan alternatif solusi untuk mengantisipasi dampak yang mungkin muncul.
Pembahasan turut melibatkan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Kehadiran para pejabat tersebut memungkinkan pemerintah mencocokkan dan memverifikasi data ekonomi yang menjadi dasar pertimbangan kebijakan.
Luhut menuturkan, Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap paparan data yang disampaikan. Salah satu hal yang dibahas adalah potensi dampak fenomena El Niño dan La Niña, termasuk langkah antisipasi untuk menghadapi risiko yang ditimbulkannya.
Menurut Luhut, berbagai tantangan tersebut masih dapat dikelola melalui perencanaan dan penanganan yang tepat. Karena itu, penggunaan data serta hasil kajian menjadi aspek penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah.
Sejumlah isu strategis juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, mulai dari perlindungan sosial, ketahanan pangan, hilirisasi industri, ketersediaan dan harga bahan bakar minyak, hingga perkembangan pasar modal.
DEN juga berencana meningkatkan intensitas penyampaian informasi dan pembaruan data kepada Presiden. Langkah ini diharapkan membantu pemerintah merespons perubahan kondisi ekonomi global secara lebih cepat dan tepat.
Melalui dukungan data yang akurat dan kajian yang komprehensif, pemerintah diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih terukur dalam menjaga stabilitas serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.(*/Stephany)

