MEDIAAKU.COM – Indonesia akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Konferensi internasional ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sekaligus memperluas kolaborasi ekonomi kreatif di tingkat global.
Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan WCCE menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi kreativitas Indonesia kepada dunia.
Melansir laman KemenEkraf, Minggu (18/10/2026) Mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 mengedepankan inklusivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih luas.
Salah satu agenda utama konferensi ini adalah penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan untuk mendorong usulan Resolusi Ekonomi Kreatif di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta memperkuat peran sektor kreatif dalam agenda pembangunan global setelah berakhirnya Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, sebanyak 1.395 peserta dari 51 negara dan tujuh organisasi internasional telah mengonfirmasi kehadiran. Acara ini juga akan menghadirkan 45 pembicara dari 12 negara, termasuk perwakilan MasterClass, World Creativity Organization, Netflix, YouTube, serta sejumlah tokoh nasional.
Rangkaian kegiatan meliputi Friends of Creative Economy Meeting pada 21 Oktober, Ministerial Meeting pada 22 Oktober, serta sesi pleno, Creative Sessions, dan pertemuan bisnis pada 22–23 Oktober.
Selain konferensi, WCCE 2026 menghadirkan program Creativillage di tiga lokasi kawasan SCBD, yakni Ashta District 8, MGP Space, dan SCBD Park. Melibatkan 20 mitra dan asosiasi kreatif Indonesia, kegiatan ini menargetkan 20.000 pengunjung dengan beragam aktivitas di bidang fesyen, desain, film, musik, gim, dan kuliner.
Rangkaian acara juga berlanjut melalui program OktoberKreasi untuk memperingati Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober.
Melalui penyelenggaraan WCCE 2026, pemerintah berharap kolaborasi internasional, peluang investasi, dan akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia semakin terbuka, termasuk bagi pelaku usaha di daerah. Ekonomi kreatif diharapkan terus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(*/Stephany)

