MEDIAAKU.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat pembangunan dan peningkatan kualitas 1.790.081 unit rumah hingga 15 Oktober 2026. Capaian tersebut meliputi 1.103.918 unit rumah baru dan 686.163 unit rumah yang diperbaiki.
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama jajaran kementerian membahas perkembangan Program 3 Juta Rumah dalam rapat evaluasi di Mandiri PKP, Jakarta, belum lama ini. Melansir laman KemenPKP, Sabtu (24/10/2026) Evaluasi ini bertujuan memperkuat pelaksanaan program dan mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Program tersebut dijalankan melalui APBN Kementerian PKP dan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perbankan, pengembang, serta kementerian/lembaga lainnya. Bentuk dukungannya meliputi bedah rumah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, rumah subsidi melalui FLPP, dan Kredit Program Perumahan (KPP).
Hingga 23 Oktober 2026, realisasi anggaran Kementerian PKP mencapai 68,83 persen tanpa tambahan anggaran belanja (ABT), atau 58,33 persen jika ABT untuk pembangunan hunian tetap diperhitungkan. Sementara itu, penyaluran rumah subsidi melalui FLPP tercatat sebanyak 187.259 unit dan realisasi KPP mencapai Rp28,164 triliun.
Maruarar menyoroti peningkatan target Program Bedah Rumah dari 45.000 unit pada 2025 menjadi 400.000 unit pada 2026. Penyaluran FLPP pada 2025 juga mencatat rekor tertinggi sejak program dimulai pada 2010, yakni 278.868 unit, dengan target 350.000 unit pada 2026.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan kerja sama, pengawasan, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kementerian PKP juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mendukung kepastian kepemilikan tanah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui evaluasi ini, Kementerian PKP berkomitmen meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah berjalan efektif serta tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan hunian layak masyarakat Indonesia.(*/Stephany)

