Sunday, October 18, 2026
HomeBeritaKabut Asap Karhutla Kalimantan Selimuti Singapura, PSI Tembus 230

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Selimuti Singapura, PSI Tembus 230

MEDIAAKU.COM – Kualitas udara di Singapura memburuk akibat kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pada Minggu (18/10/2026), indeks polusi di wilayah barat Singapura mencapai kategori sangat tidak sehat, sementara empat wilayah lainnya berada dalam kategori tidak sehat.

Melansir Channel NewsAsia, Minggu (18/10/2026) Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat Indeks Standar Polutan (PSI) di wilayah barat mencapai 230 pada pukul 10.00 waktu setempat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang 2026.

Meski demikian, pengukuran partikel halus PM2.5 per jam menunjukkan perbaikan di wilayah utara, selatan, dan timur. Namun, konsentrasi partikel di wilayah barat masih tergolong tinggi.

NEA menyebut angin tenggara membawa kabut asap dari Kalimantan menuju Singapura. Hujan yang diperkirakan turun pada Senin (19/10/2026) dan Selasa (20/10/2026), termasuk di sejumlah wilayah Kalimantan, berpotensi mengurangi kiriman asap. Meski begitu, kabut asap dari Sumatra masih mungkin mencapai Singapura.

Kondisi ini turut mengganggu kegiatan masyarakat. Sejumlah acara luar ruangan dibatalkan atau ditunda, termasuk pertandingan Piala FA, Great Eastern Women’s Run yang dijadwalkan pada 1 November 2026, serta The Purple Parade yang diundur hingga paruh pertama 2027.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyarankan masyarakat memantau kadar PM2.5 per jam untuk menentukan langkah perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan.

Lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung atau paru-paru kronis dianjurkan menghindari aktivitas luar ruangan ketika PM2.5 berada pada angka 151–250. Jika harus keluar rumah, mereka dapat menggunakan masker N95 yang terpasang dengan baik.

Ketika kadar PM2.5 mencapai 251 atau lebih, masyarakat sehat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sementara itu, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru berat yang mengalami kesulitan bernapas sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan masker N95. (*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular