Sunday, October 25, 2026
HomeEkonomiPerkuat Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekraf Luncurkan Tiga Inisiatif Strategis

Perkuat Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekraf Luncurkan Tiga Inisiatif Strategis

MEDIAAKU.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui data, riset, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melansir laman KemenEkraf, Minggu (25/10/2026) Ketiga inisiatif tersebut meliputi Creative Economy Data Model (CEDM) bersama World Intellectual Property Organization (WIPO), Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027 bersama Katadata, serta Ekraf Academy sebagai platform pengembangan talenta ekonomi kreatif nasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan, pengembangan sektor ini membutuhkan data yang akurat, pemetaan ekosistem yang menyeluruh, serta kerja sama berbagai pihak. Dengan demikian, potensi ekonomi kreatif dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pelaku usaha dan pekerja kreatif.

Dalam pemaparan Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027, sektor ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 tercatat tumbuh sekitar 6,8 persen, menyerap 27,4 juta tenaga kerja, dan menghasilkan ekspor senilai US$31,9 miliar.

Menurut Teuku Riefky, capaian tersebut perlu diikuti peningkatan produktivitas, perluasan akses pasar, serta penguatan pelindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), akses pembiayaan, serta peningkatan kompetensi juga menjadi faktor penting agar kreator memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari karyanya.

Sementara itu, perwakilan WIPO, Sacha Wunsch-Vincent, melalui pesan video menekankan pentingnya pemanfaatan hasil kajian untuk menyusun kebijakan dan program yang berkelanjutan. Data dan pemeringkatan dinilai perlu digunakan untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan koordinasi antarkementerian, serta memantau perkembangan sektor ekonomi kreatif.

Selain peluncuran tiga inisiatif tersebut, Kementerian Ekraf menandatangani nota kesepahaman dengan 30 perguruan tinggi dan satu komite ekonomi kreatif. Kerja sama ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, riset, serta dukungan terhadap pertumbuhan dan komersialisasi usaha kreatif.

Kementerian Ekraf juga memperkenalkan Ekraf Academy, platform pembelajaran yang dapat diakses secara luring, daring, maupun hibrida. Program ini memiliki tiga fokus utama, yakni creative leadership untuk memperkuat ekosistem kreatif daerah, creative talent untuk meningkatkan kompetensi, dan creative entrepreneurship untuk mendorong pertumbuhan usaha kreatif hingga pasar global.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Kementerian Ekraf berharap kolaborasi pemerintah, akademisi, industri, komunitas, lembaga keuangan, dan media dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berdaya saing. Upaya ini sekaligus mendukung pelaksanaan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular