Friday, May 1, 2026
HomeSejarah & BudayaBagaimana Hangeul Membuat Rakyat Korea Bisa Membaca?

Bagaimana Hangeul Membuat Rakyat Korea Bisa Membaca?

MEDIAAKU.COM – Bahasa Korea merupakan salah satu bahasa yang memiliki sejarah panjang dan perkembangan yang unik. Bahasa ini digunakan oleh masyarakat di Korea Selatan dan Korea Utara, serta oleh komunitas diaspora Korea di berbagai negara. Dalam kajian linguistik, bahasa Korea sering dianggap sebagai bahasa yang berdiri sendiri karena tidak memiliki hubungan yang benar-benar jelas dengan keluarga bahasa lain.

Pada masa awal sejarah Korea, sekitar abad pertama hingga abad ke-7, masyarakat Korea banyak dipengaruhi oleh budaya dan tulisan Tiongkok. Saat itu, orang Korea menggunakan huruf Tionghoa atau “Hanja” untuk menulis. Namun, sistem tersebut sulit digunakan karena struktur bahasa Korea berbeda dengan bahasa Tionghoa.

Menurut ahli bahasa S. Robert Ramsey dalam bukunya “The Languages of China”, penggunaan huruf Tionghoa di Korea sering menimbulkan kesulitan karena tidak sepenuhnya dapat mewakili tata bahasa Korea.

Perkembangan besar terjadi pada abad ke-15 ketika Raja Sejong dari Dinasti Joseon menciptakan sistem tulisan baru yang disebut “Hangeul” pada tahun 1443. Tujuan pembuatan Hangeul adalah agar rakyat biasa dapat belajar membaca dan menulis dengan lebih mudah.

Dalam buku “The Korean Language” karya Ho-min Sohn, dijelaskan bahwa Hangeul dirancang secara ilmiah berdasarkan bentuk mulut dan posisi lidah saat mengucapkan bunyi. Karena kesederhanaan dan logikanya, Hangeul dianggap sebagai salah satu sistem tulisan paling ilmiah di dunia.

Meskipun Hangeul sudah diciptakan sejak abad ke-15, penggunaannya tidak langsung meluas. Kaum bangsawan masih lebih memilih menggunakan Hanja karena dianggap lebih bergengsi. Namun, pada abad ke-20, terutama setelah masa penjajahan Jepang berakhir, penggunaan Hangeul semakin berkembang dan menjadi sistem tulisan utama di Korea.

Saat ini, bahasa Korea terus berkembang seiring globalisasi dan pengaruh budaya populer seperti drama dan musik K-Pop. Banyak orang di seluruh dunia mulai mempelajari bahasa Korea sebagai bagian dari ketertarikan terhadap budaya Korea.

Bahasa merupakan bagian penting dari identitas dan kebudayaan suatu bangsa. Upaya Raja Sejong menciptakan Hangeul menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan rakyatnya.

Hal ini mengajarkan kita bahwa ilmu pengetahuan seharusnya dibuat agar dapat diakses oleh semua orang. Selain itu, kita juga perlu menjaga dan menghargai bahasa kita sendiri sebagai warisan budaya yang berharga.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular