MEDIAAKU.COM – Saptapadi merupakan salah satu rangkaian upacara pernikahan yang sangat penting dalam tradisi Hindu. Kata “Saptapadi” berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu sapta yang berarti tujuh dan padi yang berarti langkah.
Dengan demikian, Saptapadi dapat diartikan sebagai “tujuh langkah” yang dilakukan oleh pasangan pengantin sebagai simbol ikatan suci dalam kehidupan berumah tangga.
Sejarah Saptapadi berakar pada tradisi Weda yang telah berkembang sejak ribuan tahun lalu di India. Ritual ini disebutkan dalam berbagai teks suci Hindu, terutama dalam kitab Grhya Sutra yang mengatur tata cara upacara kehidupan masyarakat Hindu.
Dalam prosesi ini, pengantin pria dan wanita berjalan bersama mengelilingi api suci sambil mengucapkan tujuh janji yang mencerminkan komitmen untuk saling mendukung, menjaga keharmonisan, serta membangun keluarga yang sejahtera.
Menurut mahakarya P.V. Kane dalam bukunya “History of Dharmasastra”, Saptapadi merupakan inti dari upacara pernikahan Hindu karena menandai sahnya hubungan suami-istri secara religius.Kane menjelaskan bahwa setelah tujuh langkah dilakukan, pasangan dianggap telah terikat dalam ikatan perkawinan yang sakral dan memiliki kewajiban moral serta spiritual satu sama lain.
Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Rajbali Pandey dalam buku “Hindu Samskaras”. Ia menyatakan bahwa Saptapadi bukan sekadar ritual simbolik, melainkan bentuk perjanjian hidup yang menegaskan kerja sama, kesetiaan, dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Setiap langkah melambangkan doa untuk kebutuhan hidup, kekuatan, kemakmuran, kebahagiaan, keturunan, kesehatan, dan persahabatan abadi.
Dalam perkembangan tradisi Hindu di berbagai daerah, termasuk di Indonesia khususnya Bali, pelaksanaan Saptapadi mengalami beberapa penyesuaian budaya. Namun, makna utamanya tetap dipertahankan, yaitu sebagai simbol persatuan dua insan yang berjanji untuk menjalani kehidupan bersama berdasarkan nilai-nilai dharma atau kebenaran.
Saptapadi mengajarkan bahwa pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi juga ikatan spiritual yang dibangun atas dasar cinta, tanggung jawab, dan komitmen. Melalui tujuh langkah tersebut, pasangan diharapkan mampu menjaga keharmonisan keluarga serta menjalani kehidupan dengan saling menghormati dan mendukung demi mencapai kebahagiaan bersama.(*/janu)

