Wednesday, April 22, 2026
HomeKesehatanDiet Ornish: Pola Makan Rendah Lemak untuk Berat Badan dan Kesehatan Optimal

Diet Ornish: Pola Makan Rendah Lemak untuk Berat Badan dan Kesehatan Optimal

MEDIAAKU.COM – Diet Ornish dikenal sebagai salah satu metode penurunan berat badan yang tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga pada perubahan gaya hidup secara menyeluruh. Program ini diperkenalkan oleh Dean Ornish, yang menekankan pentingnya pola makan sehat agar tubuh tetap bugar selama proses diet berlangsung.

Melansir Alodokter, konsep utama dari diet ini adalah membatasi konsumsi lemak secara ketat, yakni hanya sekitar 10% dari total kebutuhan kalori harian. Sumber lemak yang dianjurkan berasal dari tumbuhan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan. Sementara itu, makanan tinggi lemak hewani, termasuk daging, ayam, ikan, dan kuning telur perlu dihindari. Meski demikian, putih telur serta susu rendah lemak masih diperbolehkan, namun dalam jumlah terbatas.

Selain mengatur asupan lemak, diet ini juga mengarahkan pelakunya untuk mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana seperti kue manis, roti putih, dan minuman bergula. Sebagai gantinya, dianjurkan memperbanyak karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, serta kentang. Konsumsi sayur dan buah pun menjadi bagian penting karena kandungan serat dan nutrisinya yang tinggi.

Tidak hanya soal makanan, diet Ornish juga menekankan pentingnya gaya hidup sehat. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 20–30 menit setiap hari sangat dianjurkan. Selain itu, pengelolaan stres melalui meditasi, yoga, atau aktivitas menyenangkan juga menjadi bagian dari program ini.

Jika dijalankan dengan konsisten, diet Ornish dapat memberikan berbagai manfaat. Pola makan tinggi serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga memudahkan penurunan berat badan. Selain itu, pembatasan gula sederhana dan peningkatan serat berperan dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil. Diet rendah lemak ini juga mendukung kesehatan jantung dengan membantu mengontrol kadar kolesterol.

Bahkan, konsumsi tinggi buah dan sayur yang kaya antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker. Meski begitu, diet Ornish tidak selalu mudah diterapkan, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi makanan hewani. Pola makan yang cukup ketat juga membuat sebagian orang sulit menjalaninya dalam jangka panjang, sehingga berisiko kembali ke kebiasaan lama dan mengalami kenaikan berat badan.

Selain itu, ada potensi kekurangan nutrisi tertentu, seperti kalsium, vitamin B12, dan zat besi, karena terbatasnya asupan dari produk hewani. Oleh sebab itu, penting untuk merencanakan diet ini dengan cermat.Sebelum memulai diet Ornish, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.

Dengan pendampingan yang tepat, pola makan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, termasuk kemungkinan penambahan suplemen agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular