MEDIAAKU.COM – Pemerintah mulai membangun Hunian Terjangkau Manggarai di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, untuk menyediakan tempat tinggal layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Groundbreaking proyek tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Melansir laman KemenPKP, Rabu (26/8/2026) Proyek ini merupakan kolaborasi pemerintah bersama PT KAI dan Bank BTN dengan memanfaatkan lahan milik PT KAI seluas sekitar 2,1 hektare. Secara keseluruhan, kawasan tersebut akan memiliki delapan tower dengan total 3.784 unit hunian.
Hunian dirancang dalam beberapa tipe, mulai dari studio seluas 28 meter persegi hingga tipe 36 dan 45. Selain tempat tinggal, kawasan ini juga akan dilengkapi sekitar 150 ruang usaha atau retail untuk mendukung kebutuhan penghuni.
Lokasinya yang berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu keunggulan proyek. Penghuni nantinya memiliki akses mudah menuju KRL Commuter Line, KA Bandara, kereta api antarkota, serta terhubung dengan MRT, LRT, dan TransJakarta.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan hunian tersebut akan menggunakan skema rumah susun milik (rusunami) dengan pembiayaan hingga 40 tahun. Pemerintah juga memberikan sejumlah kemudahan, termasuk subsidi biaya proses serta pembebasan BPHTB dan PBG bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan.
Pemerintah menegaskan bahwa hunian ini ditujukan khusus bagi MBR sesuai kriteria dalam Peraturan Menteri PKP Nomor 5 Tahun 2025. Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas subsidi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Pembangunan Hunian Terjangkau Manggarai diharapkan menjadi contoh pemanfaatan aset secara produktif sekaligus solusi penyediaan rumah layak di pusat kota. Dengan konektivitas transportasi dan dukungan pembiayaan, proyek ini ditargetkan mampu menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan nyaman bagi masyarakat.(*/Stephany)

