Tuesday, October 6, 2026
HomeEkonomiINA-LAC 2026 Catat Transaksi Rp5,3 Triliun, Indonesia Perluas Pasar ke Amerika Latin

INA-LAC 2026 Catat Transaksi Rp5,3 Triliun, Indonesia Perluas Pasar ke Amerika Latin

MEDIAAKU.COM – Indonesia terus membuka peluang kerja sama ekonomi dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) melalui penyelenggaraan INA-LAC Business Mission 2026 di Santiago, Cili, belum lama ini.

Melansir laman Kemenlu, Selasa (6/10/2026) memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, agenda yang digelar Kementerian Luar Negeri RI bersama KADIN Indonesia, SOFOFA, dan sejumlah mitra lainnya itu membawa 26 perusahaan Indonesia untuk menjajaki peluang bisnis di kawasan tersebut.

Cili dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk menuju pasar Amlatkar yang terdiri dari 33 negara dengan total populasi sekitar 670 juta jiwa.

Hasil pertemuan bisnis tahun ini menunjukkan perkembangan positif. INA-LAC 2026 mencatat potensi transaksi mencapai USD 344,08 juta, sedangkan transaksi yang telah terealisasi mencapai USD 328,98 juta. Capaian tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan di São Paulo, Brasil, pada 2025 yang menghasilkan potensi transaksi USD 284 juta dan transaksi konkret USD 297 juta.

Selain menghasilkan nilai transaksi, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan empat kesepakatan bisnis yang diharapkan menjadi awal bagi pengembangan kerja sama perdagangan dan investasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra di kawasan.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan tema INA-LAC 2026, “Bridging Continents, Unlocking Opportunities”, sejalan dengan kondisi perekonomian global yang menghadapi berbagai tantangan geopolitik, termasuk persoalan ketahanan energi dan pangan.

Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat konektivitas ekonomi dengan negara-negara Amlatkar melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta kerja sama lintas sektor. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan ekonomi yang lebih beragam dan mampu menghadapi perubahan global.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie mendorong pengembangan kerja sama produksi bersama, khususnya pada sektor energi dan pertambangan. KADIN juga siap membantu mempertemukan perusahaan Indonesia dengan mitra industri potensial di kawasan Amlatkar.

Salah satu pembahasan penting dalam INA-LAC 2026 berlangsung melalui INA-LAC Mining and Energy Forum. Forum tersebut mengeksplorasi peluang kerja sama di bidang investasi, teknologi, riset, pengembangan sumber daya manusia, hingga hilirisasi mineral.

Sektor tersebut dinilai memiliki prospek besar karena Cili dan sejumlah negara Amerika Latin merupakan pemasok penting tembaga dan litium dunia. Di sisi lain, Indonesia tengah memperkuat hilirisasi mineral serta membangun ekosistem kendaraan listrik.

Kerja sama juga dijajaki dalam sektor logistik dan pelayaran. Pelaku usaha dari Indonesia dan Amlatkar membahas hambatan distribusi barang sekaligus peluang menghadirkan layanan logistik yang dapat meningkatkan efisiensi perdagangan dan mendukung pengurangan emisi transportasi.

Rangkaian kegiatan turut diisi sesi business pitching yang memberikan ruang bagi perusahaan Indonesia untuk mempresentasikan produk dan kemampuan bisnisnya secara langsung kepada calon mitra.

Melalui INA-LAC Business Mission, Indonesia berupaya memperluas jejaring ekonomi sekaligus membuka pasar baru di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Kawasan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia di tengah perubahan peta ekonomi global.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular