Monday, June 15, 2026
HomeEkonomiJakarta Fair Kemayoran 2026 Dibuka, Pemerintah Dorong UMKM Perluas Pasar dan Tingkatkan...

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Dibuka, Pemerintah Dorong UMKM Perluas Pasar dan Tingkatkan Daya Saing

MEDIAAKU.COM – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  bersama Gubernur DKI Jakarta belum lama ini  resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Melansir laman KemenUMKM, Senin (15/6/2026) hadir mewakili Wakil Presiden Republik Indonesia, Menteri Maman menilai Jakarta Fair Kemayoran telah menjadi agenda tahunan yang memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, pameran ini selama bertahun-tahun berperan sebagai wadah yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, investor, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

Menteri Maman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola JIExpo, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. Ia menilai Jakarta Fair menjadi kesempatan berharga bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan kapasitas usaha.

Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2026 sampai dengan 12 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 2.800 perusahaan dan 1.800 tenant dari berbagai sektor. Sekitar 45 persen peserta berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Memasuki penyelenggaraan ke-57, Jakarta Fair Kemayoran dikenal sebagai pameran multiproduk dan hiburan terbesar di Asia Tenggara. Ajang ini menjadi etalase penting bagi produk dalam negeri sekaligus sarana promosi yang efektif untuk membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas.

Pameran dibuka setiap hari. Pada hari kerja, pengunjung dapat datang mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan pada akhir pekan dan hari libur nasional operasional dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Penjualan tiket secara daring ditutup setiap hari pada pukul 22.00 WIB.

Pada tahun ini, penyelenggara menargetkan nilai transaksi mencapai Rp8 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,3 triliun. Selain itu, jumlah pengunjung ditargetkan melampaui enam juta orang, lebih tinggi dari capaian sekitar 5,9 juta pengunjung pada 2025.

Menteri Maman mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap Jakarta Fair dari tahun ke tahun menunjukkan peran strategis acara tersebut dalam memperkuat daya saing produk nasional. Besarnya jumlah pengunjung juga dinilai membuka peluang promosi yang lebih luas bagi pelaku UMKM, sekaligus menciptakan potensi kerja sama dan kemitraan baru.

Kementerian UMKM, lanjutnya, akan terus mendukung penyelenggaraan Jakarta Fair sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan UMKM dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti platform SAPA UMKM, kemudahan sertifikasi dan standardisasi produk, perluasan akses pembiayaan, penguatan kemitraan dan rantai pasok, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas. Pemerintah juga terus mendorong gerakan bangga, membeli, dan menggunakan produk dalam negeri.

Menteri Maman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada pelaku UMKM yang selama ini menjadi salah satu pilar utama perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta Fair Kemayoran 2026 menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju peringatan lima abad Kota Jakarta pada tahun depan. Berbagai program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurutnya, difokuskan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui penguatan layanan publik dan sistem transportasi.

Pramono berharap penyelenggaraan Jakarta Fair tahun ini mampu menarik lebih banyak pengunjung, baik dari Jakarta maupun berbagai daerah lainnya, sehingga target transaksi sebesar Rp8 triliun dan kunjungan lebih dari enam juta orang dapat tercapai.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular