Sunday, February 15, 2026
HomeIbu dan AnakMembolos Sejak Dini: Kenakalan Kecil atau Alarm Serius?

Membolos Sejak Dini: Kenakalan Kecil atau Alarm Serius?

MEDIAAKU.COM – Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan karakter anak. Namun, dalam praktiknya masih banyak anak yang menunjukkan perilaku membolos sekolah.

Membolos adalah tindakan tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas atau tanpa izin dari pihak sekolah maupun orang tua. Perilaku ini sering dianggap sepele, padahal dapat berdampak besar terhadap perkembangan anak.

Menurut Hurlock (1999) dalam buku “Psikologi Perkembangan Anak”, masa kanak-kanak merupakan tahap penting dalam pembentukan kebiasaan dan sikap terhadap tanggung jawab.

Anak yang sering membolos cenderung memiliki masalah dalam penyesuaian diri, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Penyebab membolos bisa berasal dari berbagai faktor, seperti rasa malas, takut terhadap guru, kesulitan belajar, atau kurangnya motivasi. Lingkungan pergaulan yang negatif juga sering mendorong anak untuk membolos demi mengikuti teman sebaya.

Selain itu, faktor keluarga turut memengaruhi perilaku ini. Kurangnya perhatian orang tua, pola asuh yang terlalu keras atau terlalu bebas, serta konflik dalam keluarga dapat membuat anak merasa tidak nyaman sehingga sekolah dianggap sebagai beban.

Menurut Slameto (2010) dalam buku “Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya”, dukungan emosional dari keluarga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. Tanpa dukungan tersebut, anak mudah kehilangan semangat untuk bersekolah.

Dampak membolos sekolah tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Anak yang sering membolos akan tertinggal pelajaran, prestasi akademik menurun, dan berisiko mengalami kegagalan belajar.

Lebih jauh lagi, kebiasaan membolos dapat berkembang menjadi perilaku negatif lainnya, seperti melanggar aturan, berbohong, dan kurangnya rasa tanggung jawab.Jika dibiarkan, perilaku ini dapat memengaruhi masa depan anak, baik dalam pendidikan maupun kehidupan sosialnya.

Upaya pencegahan membolos perlu dilakukan melalui kerja sama antara orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Anak perlu diberi perhatian, motivasi, serta pemahaman tentang pentingnya pendidikan. Guru juga diharapkan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak merasa nyaman di sekolah.

Pada dasarnya setiap anak membutuhkan bimbingan, perhatian, dan kasih sayang agar mampu menghadapi kesulitan dengan cara yang positif. Sekolah bukan tempat untuk ditakuti, melainkan ruang belajar untuk meraih masa depan yang lebih baik.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular