Monday, September 21, 2026
HomeFlora & FaunaMengenal Binturong, Si Pemanjat Pohon yang Jarang Diketahui

Mengenal Binturong, Si Pemanjat Pohon yang Jarang Diketahui

MEDIAAKU.COM – Binturong merupakan salah satu mamalia unik yang hidup di kawasan hutan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Hewan yang memiliki nama ilmiah “Arctictis binturong” ini sering disebut “bearcat” atau beruang kucing karena bentuk tubuhnya sekilas menyerupai perpaduan antara beruang dan kucing.

Meskipun demikian, binturong bukan beruang maupun kucing, melainkan termasuk keluarga Viverridae, kelompok mamalia yang juga mencakup musang.Binturong memiliki tubuh yang relatif besar, bulu hitam tebal, wajah lebar, serta ekor panjang yang dapat digunakan untuk membantu berpegangan pada dahan.

Kemampuan tersebut sangat berguna karena binturong merupakan hewan arboreal yang banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Gerakannya cenderung tenang dan tidak terburu-buru ketika menjelajahi hutan.

Menurut ahli zoologi Charles M. Francis dalam buku “A Field Guide to the Mammals of South-East Asia”, binturong merupakan salah satu mamalia hutan yang memiliki ciri fisik sangat khas. Keberadaan ekor yang dapat digunakan untuk mencengkeram menjadi salah satu adaptasi menarik yang membantunya menjalani kehidupan di lingkungan pepohonan.

Keunikan lainnya terdapat pada aroma yang dihasilkan tubuh binturong. Aromanya sering dibandingkan dengan bau popcorn. Menariknya, senyawa yang menghasilkan aroma tersebut juga memiliki hubungan dengan senyawa yang ditemukan pada popcorn. Binturong merupakan hewan omnivora yang memakan buah, daun, telur, serta berbagai hewan kecil.

Sebagai pemakan buah, binturong juga membantu ekosistem hutan melalui penyebaran biji dari buah yang dimakannya. Dengan demikian, keberadaannya tidak hanya menarik secara biologis, tetapi juga memiliki fungsi ekologis.

Sayangnya, binturong menghadapi berbagai ancaman, termasuk kehilangan habitat akibat perubahan hutan dan aktivitas manusia. Karena itu, perlindungan habitat menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan hidupnya.

Setiap makhluk memiliki keunikan dan peran tersendiri dalam alam. Kita tidak perlu menilai hewan hanya dari penampilannya. Dengan menjaga hutan dan menghargai keanekaragaman hayati, kita turut menjaga keseimbangan kehidupan yang menjadi milik bersama.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular