MEDIAAKU.COM – Di alam, hewan memiliki berbagai cara untuk menghindari predator. Salah satu mekanisme pertahanan yang menarik adalah autotomi, yaitu kemampuan melepaskan bagian tubuh tertentu secara sengaja ketika berada dalam kondisi terancam.
Contoh yang paling dikenal adalah cicak dan beberapa jenis kadal yang dapat melepaskan ekornya ketika ditangkap pemangsa.Autotomi bukan sekadar tindakan kehilangan anggota tubuh. Proses tersebut merupakan hasil adaptasi biologis yang memungkinkan hewan meningkatkan peluang untuk melarikan diri.
Menurut Amanda R. Clause dan Elizabeth A. Capaldi dalam kajiannya tentang autotomi ekor kadal, pelepasan ekor merupakan strategi antarpredator yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, karakter individu, serta jenis hewan.Setelah ekor terlepas, gerakannya bahkan dapat mengalihkan perhatian predator sehingga kadal memperoleh kesempatan untuk kabur.
Pada beberapa kadal, ekor memiliki bagian tertentu yang disebut bidang patahan. Struktur ini memungkinkan ekor terlepas dengan kerusakan jaringan yang relatif terbatas. Tubuh kadal memiliki berbagai adaptasi untuk mengurangi kehilangan darah dan kerusakan jaringan setelah autotomi. Setelah luka tertutup, proses regenerasi kemudian dimulai.
Regenerasi ekor berlangsung melalui tahapan biologis yang kompleks. Salah satu tahap penting adalah pembentukan blastema, yaitu kumpulan sel yang berkembang di area luka dan berperan dalam pertumbuhan kembali jaringan.Namun, ekor baru tidak selalu sama persis dengan ekor sebelumnya. Struktur tulang, otot, saraf, dan jaringan lainnya dapat memiliki perbedaan.
Dalam buku “Clinical Anatomy and Physiology of Exotic Species”, Brian K. Hall juga membahas autotomi pada kadal dan regenerasi ekor sebagai fenomena penting dalam anatomi hewan. Kemampuan ini menunjukkan bagaimana sistem tubuh dapat beradaptasi terhadap tekanan lingkungan.
Autotomi tetap memiliki kerugian bagi hewan.Kehilangan ekor dapat memengaruhi pergerakan, keseimbangan, pertumbuhan, dan penggunaan energi selama regenerasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa proses menumbuhkan kembali ekor membutuhkan sumber daya tubuh yang tidak sedikit.
Autotomi menunjukkan betapa menakjubkannya kemampuan adaptasi hewan untuk bertahan hidup. Kemampuan melepaskan bagian tubuh demi menghindari predator menjadi pengingat bahwa alam memiliki beragam strategi luar biasa dalam menjaga kehidupan.(*/janu)

