Thursday, October 15, 2026
HomeKesehatanWaspada, Ini Risiko Menggunakan Styrofoam untuk Makanan Panas

Waspada, Ini Risiko Menggunakan Styrofoam untuk Makanan Panas

MEDIAAKU.COM – Styrofoam sering digunakan sebagai wadah makanan karena ringan, praktis, dan harganya terjangkau. Meski dapat membantu menjaga makanan tetap hangat, penggunaannya perlu diperhatikan, terutama ketika bersentuhan dengan makanan bersuhu tinggi atau berminyak.

Wadah yang dikenal sebagai styrofoam ini umumnya terbuat dari expanded polystyrene (EPS), yaitu bahan plastik berbasis polistirena. Kemasan tersebut banyak ditemukan pada makanan siap saji, seperti nasi, mi, gorengan, hingga hidangan berkuah.

Jika digunakan tidak sesuai peruntukannya, ada kemungkinan zat kimia dari kemasan berpindah ke makanan. Melansir Alodokter, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

1.Berpotensi terpapar zat stirena

Stirena merupakan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan polistirena. Sisa zat ini dapat tertinggal dalam produk dan berpotensi berpindah ke makanan dalam kondisi tertentu.

Paparan stirena dalam kadar tinggi, terutama dalam jangka panjang, dikaitkan dengan gangguan kesehatan. Namun, besarnya risiko bergantung pada tingkat paparan dan kondisi penggunaannya.

2.Hindari makanan yang terlalu panas dan berminyak

Suhu tinggi dapat meningkatkan kemungkinan perpindahan zat kimia dari kemasan ke makanan. Hal serupa perlu diperhatikan pada makanan berlemak atau berminyak, seperti gorengan dan masakan bersantan. Untuk mengurangi risiko, sebaiknya pindahkan makanan yang baru matang ke wadah lain sebelum dikonsumsi.

3.Jangan sembarangan memasukkannya ke microwave

Tidak semua wadah styrofoam dirancang untuk menahan panas dari microwave. Pemanasan yang tidak sesuai dapat merusak kemasan dan meningkatkan risiko perpindahan zat kimia.

Gunakan wadah yang secara jelas memiliki label aman untuk microwave agar makanan dapat dipanaskan dengan lebih tepat.

4.Hindari penggunaan berulang kali

Styrofoam makanan umumnya dirancang untuk sekali pakai. Penggunaan berulang dapat membuat wadah mengalami kerusakan atau menyisakan kotoran yang sulit dibersihkan secara menyeluruh. Karena itu, sebaiknya gunakan wadah lain yang memang dirancang untuk dipakai berulang kali.

5.Kurangi penggunaannya demi lingkungan

Selain perlu memperhatikan aspek kesehatan, styrofoam juga menjadi persoalan lingkungan karena sulit terurai secara alami dan tidak selalu mudah didaur ulang.

Membawa kotak makan sendiri atau memilih kemasan yang dapat digunakan kembali bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi sampah.

Mengonsumsi makanan dari wadah styrofoam sesekali tidak serta-merta menyebabkan keracunan. Meski demikian, Anda sebaiknya menghindari penggunaan yang tidak sesuai, terutama untuk makanan sangat panas atau ketika wadah akan dipanaskan kembali.

Jika membeli makanan dalam kemasan styrofoam, segera pindahkan isinya ke wadah yang sesuai untuk makanan panas. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi paparan yang tidak perlu sekaligus mendukung upaya mengurangi sampah plastik.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular