Tuesday, January 20, 2026
HomeKesehatanEvaluasi PKG 2025 Jadi Dasar Penguatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada 2026

Evaluasi PKG 2025 Jadi Dasar Penguatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada 2026

MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai bagian dari strategi memperkuat upaya pencegahan penyakit dan deteksi dini di masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, program ini tercatat telah menjangkau sekitar 70,8 juta orang atau sekitar 69 persen dari target 102 juta peserta. Angka tersebut setara dengan kurang lebih 36 persen dari total populasi Indonesia, meski capaian akhir masih bersifat sementara karena proses input data masih berlangsung.

‎Melansir laman KemenkoPMK, Selasa (20/1/2026) Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Sukadiono, menyampaikan bahwa hasil capaian 2025 menjadi pijakan penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi PKG di lapangan. Evaluasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Eselon I yang digelar di kantor Kemenko PMK.

‎Menurut Sukadiono, selain menilai capaian, pemerintah juga mencermati berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Hal ini mencakup faktor penghambat, praktik baik yang dapat direplikasi, serta sejumlah persoalan yang memerlukan penyelesaian bersama lintas sektor.

‎Dari sembilan indikator utama PKG, beberapa komponen menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah, misalnya, mencatat hasil jauh di atas target.

Dari target awal 20 persen pada 2025, realisasi pelayanan mencapai 46,5 persen. Secara jumlah, program ini telah melayani sekitar 24,8 juta peserta atau lebih dari dua kali lipat target yang ditetapkan.

‎Kinerja positif juga terlihat pada PKG bagi calon pengantin yang berhasil memenuhi target 50 persen. Sementara itu, PKG untuk kelompok usia dewasa mencatat realisasi 40 persen, melampaui target 35 persen, dan menjadi salah satu penyumbang utama peningkatan cakupan nasional.

‎Pelaksanaan CKG telah dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia. Jawa Tengah tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta hadir terbanyak, sedangkan Gorontalo menempati posisi tertinggi dalam hal persentase cakupan pelayanan, dengan pencapaian mencapai 50 persen dari sasaran.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat indikator yang belum optimal, khususnya pada kelompok bayi dan lanjut usia. Kedua kelompok ini dinilai membutuhkan pendampingan lebih intensif karena akses layanan kesehatan mereka masih sangat bergantung pada dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

‎Hasil evaluasi 2025 juga menyoroti sejumlah kendala utama, mulai dari sistem informasi dan aplikasi yang belum sepenuhnya mendukung pencatatan data secara real time, tingginya beban kerja tenaga kesehatan terutama di wilayah padat penduduk dan kawasan Indonesia Timur, hingga persoalan ketersediaan serta mekanisme pengajuan bahan medis habis pakai. Selain itu, penguatan sosialisasi dan koordinasi lintas sektor di daerah juga dinilai masih perlu ditingkatkan.

‎Sukadiono mengapresiasi capaian PKG sepanjang 2025 meskipun belum seluruh indikator terpenuhi. Ia menegaskan bahwa tantangan pada 2026 akan lebih besar seiring meningkatnya target yang ditetapkan, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif.

‎Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah penguatan untuk pelaksanaan CKG pada 2026.

‎Upaya tersebut antara lain melalui percepatan penerbitan Instruksi Presiden terkait CKG serta penyempurnaan petunjuk teknis pelaksanaan.Memasuki 2026, pemerintah menargetkan cakupan CKG mencapai 130,8 juta sasaran atau sekitar 46 persen dari total penduduk sebagaimana tercantum dalam RPJMN.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular