MEDIAAKU.COM – Seni ukir Korea merupakan bagian penting dari warisan budaya Korea yang telah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Seni ini banyak ditemukan pada bangunan istana, kuil Buddha, perabot rumah tangga, hingga benda ritual.
Motif-motif yang digunakan dalam seni ukir Korea tidak dibuat secara sembarangan, melainkan memiliki makna simbolis yang berkaitan erat dengan kepercayaan, filosofi hidup, dan nilai moral masyarakat Korea tradisional.
Menurut Kim Won-yong, seorang sejarawan seni Korea, seni ukir tradisional Korea sangat dipengaruhi oleh ajaran Konfusianisme, Buddhisme, dan Taoisme.Ketiga ajaran ini membentuk cara pandang masyarakat Korea terhadap alam, manusia, dan kehidupan. Karena itu, motif ukiran banyak mengambil unsur alam seperti bunga, hewan, awan, dan simbol kosmis.
Salah satu motif yang sering digunakan adalah bunga teratai. Dalam konteks Buddhisme, teratai melambangkan kesucian dan pencerahan. Teratai tumbuh di air yang keruh, tetapi bunganya tetap bersih dan indah.Makna ini mengajarkan manusia untuk tetap menjaga hati dan perilaku yang baik meskipun hidup di tengah kesulitan.
Motif lain yang umum adalah burung bangau, yang menurut Choi Sun-u dalam bukunya Korean Traditional Art melambangkan umur panjang dan kedamaian.Bangau sering diukir pada furnitur atau bangunan sebagai harapan akan kehidupan yang panjang dan tenteram.
Motif naga juga banyak ditemukan dalam seni ukir Korea, terutama pada bangunan kerajaan. Naga dianggap sebagai makhluk pelindung dan simbol kekuatan yang bijaksana, bukan kekuatan yang merusak.
Selain itu, motif awan dan air sering digunakan untuk melambangkan keseimbangan dan keharmonisan hidup. Masyarakat Korea percaya bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam agar tercipta kedamaian.Seni ukir menjadi media untuk menyampaikan pesan tersebut secara visual dan simbolis.
Dari makna motif-motif seni ukir Korea, dapat diambil pesan bahwa kehidupan seharusnya dijalani dengan kesadaran, keseimbangan, dan nilai kebaikan.Seni bukan hanya soal keindahan, tetapi juga sarana pendidikan moral dan spiritual.Melalui seni ukir, masyarakat Korea mewariskan ajaran hidup yang relevan hingga masa kini.(*/janu)

