MEDIAAKU.COM – Pemerintah menempatkan keselamatan masyarakat sebagai fokus utama dalam menghadapi perayaan Idulfitri 1447 H/2026 M. Hal ini disampaikan oleh Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) saat Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri yang digelar di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan.
Melansir laman KemenkoPMK, Kamis (5/3/2026) Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas kesiapan berbagai sektor menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran. Berdasarkan hasil survei dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, diperkirakan sekitar 143,9 juta perjalanan akan terjadi selama periode Idulfitri tahun ini.
Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengurangi kepadatan perjalanan yang biasanya terjadi pada waktu tertentu. Upaya tersebut dilakukan dengan memperpanjang rentang waktu libur, mengatur jadwal libur sekolah, serta menerapkan sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara. Kebijakan ini diharapkan dapat mendistribusikan arus pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada satu periode saja.
Selain persoalan mobilitas, pemerintah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Beberapa wilayah di Indonesia masih menghadapi ancaman hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu banjir. Kondisi ini terutama terjadi di sejumlah daerah di Sumatra yang belum sepenuhnya pulih dari bencana sebelumnya.
Di wilayah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali hingga Papua, potensi curah hujan yang tinggi juga masih perlu diantisipasi. Oleh karena itu, pemerintah menekankan pentingnya koordinasi dan langkah mitigasi bencana secara terpadu agar keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Pratikno juga menyoroti keselamatan para pemudik, khususnya pengguna sepeda motor yang jumlahnya cukup besar setiap musim Lebaran. Selain itu, pengamanan jalur utama yang menjadi titik krusial arus mudik dan arus balik juga harus dipastikan berjalan optimal agar perjalanan masyarakat tetap aman.
Tak hanya aspek keselamatan, pemerintah juga menginginkan pelayanan selama periode mudik berlangsung secara nyaman dan ramah bagi semua kalangan. Pendekatan yang humanis dan inklusif diharapkan dapat memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan layanan selama Idulfitri sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor, sistem deteksi dini yang kuat, serta pengambilan keputusan yang berbasis data lapangan secara berkelanjutan. Pemerintah ingin memastikan kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui layanan publik yang cepat, responsif, dan berorientasi pada keselamatan.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, bersama sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga lainnya.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, pemerintah berharap penyelenggaraan mudik dan libur Idulfitri tahun 2026 dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat.(*/Stephany)

