Friday, March 6, 2026
HomeEkonomi‎Kemendes PDT Dukung Program Prioritas Papua Barat untuk Percepat Pembangunan Desa

‎Kemendes PDT Dukung Program Prioritas Papua Barat untuk Percepat Pembangunan Desa

‎‎MEDIAAKU.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria menerima kunjungan Gubernur Dominggus Mandacan dari Papua Barat di ruang kerja kementerian belum lama ini.

‎Melansir laman Kemendesdpt, Jumat (6/3/2026) pertemuan tersebut membahas sejumlah program prioritas yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan desa di wilayah provinsi tersebut.

‎Dalam audiensi tersebut, Gubernur Mandacan memaparkan berbagai rencana strategis yang membutuhkan dukungan dari Kementerian Desa. Program tersebut mencakup wilayah yang cukup luas, yakni tujuh kabupaten, 91 distrik, 57 kelurahan, dan 817 kampung. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah penguatan ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah. 

Selain itu, pemerintah provinsi juga merencanakan peningkatan di sektor pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat desa. Upaya lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan kapasitas aparatur desa serta pemberdayaan masyarakat agar mampu mendorong pembangunan secara mandiri.

‎‎Pengembangan infrastruktur pedesaan juga menjadi agenda penting, terutama untuk mendukung wilayah yang masih tergolong daerah tertinggal. Tantangan konektivitas juga masih dihadapi di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Fakfak, Kaimana, dan Manokwari yang hingga kini belum terhubung langsung dengan ibu kota provinsi.

‎Menanggapi hal tersebut, Menteri Desa Yandri Susanto menyambut baik berbagai usulan program dari Pemerintah Provinsi Papua Barat. Menurutnya, rencana tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam program 12 Aksi Prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia.

‎Salah satu program yang didorong adalah pengembangan Desa Ekspor, di mana desa dapat memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) untuk memasarkan produk unggulan hingga ke pasar internasional. Pemerintah juga mendorong pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi desa yang memiliki nilai ekspor.

‎Selain itu, pengembangan Desa Wisata juga menjadi prioritas. Pemerintah provinsi diminta memilih satu desa sebagai proyek percontohan atau pilot project untuk mengembangkan potensi pariwisata berbasis desa. Kemendes juga mengajak Papua Barat mengembangkan konsep Desa Tematik dengan menyesuaikan karakter dan potensi lokal yang dimiliki.

‎Papua Barat sendiri telah menjadi lokasi pelaksanaan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang mencakup 185 desa di beberapa wilayah, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana. Program ini diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Selain penguatan ekonomi, pemerintah juga menaruh perhatian pada pemerataan akses digital. Kemendes mendorong percepatan penyelesaian desa-desa yang masih belum memiliki jaringan telekomunikasi dan akses internet. Sementara itu, Wakil Menteri Ahmad Riza Patria menilai pembangunan di wilayah Papua memiliki tantangan yang cukup kompleks, terutama karena kondisi geografis yang sulit serta masih adanya daerah dengan status tertinggal hingga sangat tertinggal.

‎‎Ia menjelaskan bahwa secara umum desa di Indonesia masih menghadapi tiga persoalan utama, yakni kualitas sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur, serta akses pembiayaan yang belum merata. Karena itu, pemerintah terus menggulirkan berbagai program prioritas untuk mendorong percepatan pembangunan desa. Meski demikian, pemerintah daerah diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada pendanaan dari APBN maupun APBD.

‎Sebagai solusi, kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Octahelix dinilai penting. Model ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga media, guna memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular