Tuesday, March 10, 2026
HomeEkonomi‎Program BINA Lebaran 2026 Diharapkan Dorong Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi

‎Program BINA Lebaran 2026 Diharapkan Dorong Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi

‎‎‎MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus mengupayakan penguatan konsumsi masyarakat sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai program stimulus dan momentum belanja selama periode Ramadan hingga Idulfitri, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di awal tahun.

‎Melansir laman Ekon.go, Senin (9/3/2026) Hal tersebut disampaikan oleh Airlangga Hartarto saat membuka Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa program tersebut menargetkan transaksi hingga Rp53 triliun, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.

‎‎Menurutnya, program BINA menjadi salah satu langkah kolaboratif untuk memperkuat pasar dalam negeri sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai promo dan kegiatan belanja diharapkan mampu meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

‎‎Program BINA Lebaran 2026 dijadwalkan berlangsung selama 25 hari, mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, lebih dari 800 merek, serta sekitar 80.000 gerai ritel di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sekitar 400 pusat perbelanjaan juga ikut berpartisipasi dengan menghadirkan beragam potongan harga dan penawaran khusus bagi konsumen.

‎‎Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus tambahan. Di antaranya adalah bantuan pangan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan nilai total mencapai Rp11,92 triliun, serta potongan harga untuk layanan transportasi selama masa mudik.

‎‎Selain itu, pemerintah turut mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan insentif transportasi tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memacu aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

‎Momentum konsumsi juga diperkirakan semakin kuat dengan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan transportasi online juga menyiapkan Bonus Hari Raya bagi para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp220 miliar.

‎‎Menko Airlangga berharap berbagai kebijakan tersebut dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut bisa mencapai sekitar 5,5 persen, didukung oleh peningkatan konsumsi masyarakat serta penjualan di sektor ritel.

‎‎Selain mendorong konsumsi, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga dan melindungi produksi dalam negeri. Dengan jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang sangat besar di kawasan ASEAN sehingga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi nasional.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular