MEDIAAKU.COM – Indonesia dan Tiongkok memperkuat hubungan ekonomi melalui sejumlah kesepakatan untuk mendukung pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Kerja sama ini diharapkan dapat menarik investasi sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Madura.
Melansir laman Kemenko Perekonomian, Senin (10/8/2026) Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan MoU antara PT Wiraraja Madura International dan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee. Selain itu, Wiraraja Madura Industrial Estate juga menjalin kerja sama melalui Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mendorong kemitraan dengan negara strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan industri dan memperluas lapangan kerja.Menurut Airlangga, pengembangan Wiraraja Madura juga menjadi bagian dari implementasi konsep Two Countries Twin Parks (TCTP). Kawasan tersebut diproyeksikan melengkapi ekosistem industri di Jawa Timur, termasuk sektor petrokimia di Gresik.
Sejumlah industri asal Tiongkok direncanakan masuk ke kawasan tersebut, seperti pengolahan cokelat, matras, tekstil, benang, serta manufaktur padat karya lainnya. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mempercepat proses perizinan agar investasi dapat segera direalisasikan.
President Director Wiraraja Madura Industrial Estate Akhmad Ma’ruf Maulana menyebut kawasan tersebut dirancang sebagai pusat manufaktur terpadu yang mencakup industri, logistik, dan energi ramah lingkungan. Kehadiran mitra dari Guangdong diharapkan turut membuka peluang transfer teknologi dan meningkatkan kapasitas industri nasional.
Sementara itu, Wali Kota Zhanjiang Li Yongyi menilai Indonesia merupakan mitra penting bagi wilayahnya. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh penerapan TCTP melalui peningkatan investasi, pertukaran informasi industri, dan penguatan kapasitas produksi.
Hubungan perdagangan Zhanjiang-Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, nilai perdagangan keduanya mencapai 2,461 miliar yuan, naik 6,3 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu, delapan perusahaan Zhanjiang telah merealisasikan investasi melalui 12 proyek di Indonesia dengan nilai sekitar USD370 juta.
Dengan dukungan kerja sama tersebut, Kawasan Industri Wiraraja Madura diharapkan mampu menarik investasi berkualitas, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menjadi penggerak ekonomi baru bagi Madura, Jawa Timur, dan kawasan Indonesia bagian timur.(*/Stephany)

